Warga Penerima Bantuan PKH Mundur, Diduga karena Malu Rumah Ditempel Stiker

Kompas.com - 12/11/2019, 16:11 WIB
Bupati Jombang Jawa Timur, Mundjidah Wahab (dua dari kiri), menemui salah satu KPM PKH, dalam rangkaian acara pencanangan pemasangan label keluarga pra sejahtera atau penerima bantuan sosial, di Desa Ringin Pitu, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (9/11/2019). KOMPAS.COM/HANDOUTBupati Jombang Jawa Timur, Mundjidah Wahab (dua dari kiri), menemui salah satu KPM PKH, dalam rangkaian acara pencanangan pemasangan label keluarga pra sejahtera atau penerima bantuan sosial, di Desa Ringin Pitu, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (9/11/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Mochammad Sholeh mengungkapkan, ada 4 orang penerima Program Keluarga Harapan ( PKH) yang mengundurkan diri.

Pengunduran diri beberapa penerima bantuan sosial di Jombang tersebut, kata Sholeh, diterima para pendamping PKH yang diterjunkan ke desa-desa.

"Laporan dari teman-teman pendamping di lapangan, ada 4 KPM yang mengundurkan diri dan sekarang masih kami proses," ujar Sholeh saat ditemui Kompas.com di kantornya, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: Malu Disebut Miskin, Penjual Kue Ini Pilih Mundur Sebagai Penerima PKH


Menurut Sholeh, keempat penerima bantuan yang mundur tersebut kemungkinan dilatarbelakangi oleh rencana pemasangan label Keluarga Pra Sejahtera atau Penerima Bantuan Sosial di setiap rumah para penerima bantuan sosial.

Padahal, label itu untuk kepentingan verifikasi dan validasi data keluarga miskin dan keluarga pra sejahtera.

Label berupa stiker akan ditempel di setiap rumah penerima bantuan sosial.

Stiker tersebut memuat tulisan Pra Sejahtera atau Penerima Bantuan Sosial yang akan ditempel pada dinding depan rumah, kaca atau papan yang bisa dilihat dan dibaca masyarakat sekitar.

Adapun, dibagian bawah stiker, tertera jenis bantuan yang diterima dari keluarga tersebut.

Jenis bantuan itu meliputi PKH, BPNT, KIS APBN, serta KIP dan beberapa jenis bantuan lainnya.

"Mungkin malu karena ada program labelisasi atau stikerisasi rumah-rumah penerima PKH, jadi ada beberapa yang mundur," kata Sholeh.

Baca juga: Jenazah Pria Berkaos Bonek di Gresik Diduga Korban Bunuh Diri

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Regional
4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X