Sultan Himayatuddin Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Warga Berdatangan ke Makam

Kompas.com - 10/11/2019, 21:17 WIB
Setelah dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (8/11/2019) siang,  makam Sultan Buton ke 20 dan 23, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang berada di Benteng Kesultanan Buton, mulai di ziarahi warga. DEFRIATNO NEKESetelah dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (8/11/2019) siang, makam Sultan Buton ke 20 dan 23, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi yang berada di Benteng Kesultanan Buton, mulai di ziarahi warga.

BAUBAU, KOMPAS.comSultan Buton ke-20 dan 23, Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (8/11/2019) siang.

Pasca penganugerahan itu, makam almarhum yang berada di Benteng Kesultanan Buton, mulai banyak didatangi warga. 

Warga datang berziarah ke makam Sultan Buton ini selain untuk mendoakannya, juga untuk melihat lebih dekat makam pahlawan nasional tersebut. 

“Kami ingin mengenal pahlawan-pahlawan yang ada di Kesultanan Buton. Ini ziarah perdana (ke makam sultan), kami hanya mendoakan beliau supaya diterima di sisi Tuhan,” kata seorang warga, Endang Lestari, Minggu (10/11/2019). 

Baca juga: Ini Profil Singkat 6 Pahlawan Nasional Baru

Sejak pagi hingga siang hari, makam Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau dikenal dengan La Karambau mulai dikunjungi warga. 

Makam tersebut tidak hanya diziarahi warga sekitar, tetapi juga dari daerah lain seperti penziarah dari Ambon dan Ternate. 

Himayatuddin Muhammad Saidi merupakan Sultan Buton yang ke-20 yang memerintah pada tahun 1752 hingga 1755. 

Kemudian pada tahun 1760 hingga 1763,  Himayatuddin Muhamad Saidi kembali terpilih menjadi Sultan Buton ke-23. 

Baca juga: Kahar Muzakkir Jadi Pahlawan Nasional, Muhammadiyah Berterima Kasih ke Pemerintah

Selama menjadi Sultan Buton, ia tidak suka dengan sikap penjajah Belanda yang selalu menyengsarakan rakyat Buton.

Ia kemudian selalu menentang penjajah Belanda di wilayah Kesultanan Buton dengan berjuang secara bergerilya melawan penjajahan Belanda hingga keluar masuk hutan. 

Dengan sepak terjang yang melawan belanda, Kesultanan Buton menobatkan Himayatuddin Muhammad Saidi sebagai Oputa Yi Koo, yang artinya, raja yang bergerilya melawan penjajah di dalam hutan. 

Walikota Baubau AS Thamrin kepada sejumlah media mengaku sangat bersyukur Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dianugerahi Pahlawan Nasional di Istana Merdeka, Jakarta. 

“Hari pahlawan saat ini mempunyai arti yang sangat besar bagi masyarakat buton, karena ini merupakan penantian selama 17 tahun dan mengurusnya, namun tidak mudah,” ucap AS Thamrin. 

Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan berbagai pihak sehingga Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dianugerahi pahlawan nasional.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Regional
Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus  WFH

Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus WFH

Regional
Unggahan 'Kacung WHO' Jerinx SID Berujung Laporan ke Polda Bali...

Unggahan "Kacung WHO" Jerinx SID Berujung Laporan ke Polda Bali...

Regional
Seorang Perempuan di Bireuen Ditemukan Terkapar dengan Luka di Leher

Seorang Perempuan di Bireuen Ditemukan Terkapar dengan Luka di Leher

Regional
Buruh Harian Cabuli Anak Tetangga di Kamar Mandi, Pakai Iming-iming Uang Rp 35.000

Buruh Harian Cabuli Anak Tetangga di Kamar Mandi, Pakai Iming-iming Uang Rp 35.000

Regional
Sekda Akui Sempat Ikut Sidang Paripurna Bersama Anggota DPRD Maluku yang Positif Corona

Sekda Akui Sempat Ikut Sidang Paripurna Bersama Anggota DPRD Maluku yang Positif Corona

Regional
Sobek Amplop Penambang Pasir, Nelayan Makassar Mengaku Tak Niat Robek Uang

Sobek Amplop Penambang Pasir, Nelayan Makassar Mengaku Tak Niat Robek Uang

Regional
Jalan Kelok 44 Sumbar Ambles, Baru Dibuka Lagi 10 Agustus

Jalan Kelok 44 Sumbar Ambles, Baru Dibuka Lagi 10 Agustus

Regional
Marah Tak Diberi Uang oleh Ibu, Seorang Anak Divonis Hukuman Penjara

Marah Tak Diberi Uang oleh Ibu, Seorang Anak Divonis Hukuman Penjara

Regional
Bupati Langkat Izinkan Kawasan Wisata Bukit Lawang Dibuka, tapi...

Bupati Langkat Izinkan Kawasan Wisata Bukit Lawang Dibuka, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X