Anak Balik Tuntut Ayah di Pengadilan, Berawal dari Pembagian Keuntungan SPBU...

Kompas.com - 10/11/2019, 11:21 WIB
Konfrensi Perss Anak Gugat Ayanya Sendiri di Salah Satu Kafe di K0ta Parepare SUDDIN SYAMSUDDINKonfrensi Perss Anak Gugat Ayanya Sendiri di Salah Satu Kafe di K0ta Parepare
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ibrahim Mukti menuntut ayahnya, Abdul Mukti Rachim secara perdata terkait pembagian deviden atau keuntungan tahunan perusahaan SPBU di Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Saat konferensi pers di Kota Pare, Sabtu (9/11/2019), Ibrahim Mukti mengatakan bahwa keuntungan SPBU PT Imam Larga Jaya Bersama, selama 7 tahun tidak pernah dibagikan.

Abdul Mukti Rachim dan Ibrahim Mukti adalah pengusaha SPBU di Parepare,

"Saya menuntut ayah secara perdata tentang pembagian deviden atau keuntungan tahunan perusahaan SPBU di Kecamatan Soreang, Kota Parepare, PT. Imam Larga jaya Bersama. Selama 7 tahun tak pernah dibagikan," kata Ibrahim Mukti.

Gugatan perdata Ibrahim Mukti sudah memasuki sidang kelima di Pengadilan Negeri Parepare.

Agenda sidang tersebut adalah tahapan klarifikasi saksi penggugat yaitu Lukman Rachim.

Sidang keenam akan dijadwalkan pada Rabu (13/11/2019) dengan agenda pemaparan saksi tergugat.

Baca juga: Dilaporkan Ayahnya ke Polisi, Anak di Parepare Balik Tuntut ke Pengadilan

 

Pernah digugat sang ayah

Palu pengadilan. Palu pengadilan.
Ibrahim Mukti bercerita bahwa ia pernah dilaporkan ayahnya ke polisi dengan tuduhan penyerobotan tanah.

Permasalahan itu muncul saat ia membangun rumah di atas sebidang tanah di dekat SPBU Soreang. Ibrahim menyebut bahwa ayahnya telah mewariskan tanah tersebut kepadanya.

"Puluhan tahun ayah saya Haji Abdul Mukti telah mewariskan sebidang tanah di dekat SBPU Soreang. Kemudian saat saya membangun rumah di atasnya, beliau bersama saudara saya melaporkan ke polisi dengan dugaan penyerobotan lahan," ujar Ibrahim Mukti.

Baca juga: Ini Alasan Anak di Parepare Balik Tuntut Ayahnya ke Pengadilan

Saat di kantor polisi, Ibrahim mengaku sempat meminta maaf pada ayahnya. Namun ayahnya malah memukul Ibrahim di depan polisi.

Rumah yang didirikan Ibrahim di tanah waris, rencananya akan segera digusur oleh ayahnya. Padahal menurut Ibrahim, ia sudah mengajukan pada ayahnya untuk membeli tanah tersebut dengan harga dua kali lipat.

"Tanah yang diwariskan kepada saya, sekarang mau digusur oleh ayah. Namun saya meminta untuk membeli 2 kali lipat dari harga, namun ayah dan pihak saudara saya lainnya tak mau. Sayang bangunan saya sudah berdiri sejak lama," kata Ibrahim.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Suddin Syamsuddin | Editor: Jessi Carina)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X