Kompas.com - 09/11/2019, 09:18 WIB

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Sebuah aliran sungai di wilayah Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tampak menjijikkan karena dipenuhi dengan sampah.

Selain menjijikkan karena dipenuhi sampah plastik dan limbah usus ayam, aroma tidak sedap juga tercium dari aliran sungai.

Sungai tersebut dikenal sebagai Sungai Ledeng. Lokasinya berada di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan, Kabupaten Mojokerto.

Hampir sepanjang 200 meter permukaan sungai tertutup sampah. Jenis sampah yang mencemari sungai didominasi sampah rumah tangga berupa plastik dan limbah usus ayam.

Baca juga: Satu Terdakwa Pembunuh dan Pembakar Pria Berkaus Polisi di Mojokerto Divonis Mati

Fenomena sungai Ledeng tertutup sampah dan mengeluarkan bau menyengat menjadi perhatian berbagai kalangan di Kabupaten Mojokerto, sepekan terakhir.

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Mojokerto beserta tim dari Polres Mojokerto, pada Jumat (8/11/2019), turun ke lokasi sungai yang tercemar tersebut.

Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup DLH Pemkab Mojokerto, Aminuddin mengatakan, untuk mengetahui tingkat pencemaran di Sungai Ledeng, pihaknya mengambil sampel air dari sungai itu.

Sampel air diambil dari titik atas dan titik bawah. Titik atas merupakan titik aliran sungai yang tidak terdapat sampah dan limbah.

Sedangkan titik bawah, merupakan titik aliran sungai yang dipenuhi sampah rumah tangga dan limbah usus ayam.

"Kami ambil (sampel air) dua titik. Titik yang pertama titik bawah, kemudian yang kedua titik atas. Titik atas itu yang belum terkena masukan limbah-limbah domestik yang ada di sini," kata dia, saat dikonfirmasi usai pengambilan sampel air di Sungai Ledeng, Jumat.

Aminuddin menuturkan, kadar pencemaran di Sungai Ledeng akan diketahui setelah pihaknya merampungkan uji kualitas air di laboratorium.

"Untuk mengetahui hasil uji laboratorium, diperlukan waktu 10 hari kerja. Kami belum bisa menyimpulkan, kita tunggu hasil uji lab-nya," ujar dia.

Polisi buka penyelidikan

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Yoga mengatakan, pihaknya telah memulai proses penyelidikan terkait dugaan pencemaran di Sungai Ledeng di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

"Kami melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi dan berkordinasi dengan DLH dan Subdit Tipiter Direktorat Krimsus Polda Jatim," kata Dewa, saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Struktur Bata Kuno di Kumitir Mojokerto Tempat Pemujaan Raja Singasari

Yoga mengatakan, pada Jumat kemarin, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi sungai.

Bersama tim dari DLH Pemkab Mojokerto, kepolisian turut serta dalam pengambilan sampel air di sungai Ledeng.

Hasil penyelidikan awal, ungkap Dewa, industri rumah tangga di sekitar Sungai Ledeng diduga berkontribusi dalam pencemaran limbah.

Tumpukan limbah dan sampah rumah tangga membuat sungai tersebut nampak kotor dan mengeluarkan aroma tidak sedap. 

"Diduga ada limbah industri, masih diduga ya, karena saat kami mengambil sampel, ada ceceran usus ayam. Maksudnya bekas cucian usus ayam," beber dia.

Tim yang terjun ke lokasi sekitar Sungai Ledeng, lanjut Dewa, selain melakukan observasi dan pemeriksaan di TKP, juga meminta keterangan masyarakat sekitar termasuk pengusaha makanan ringan usus ayam.

Di Desa Modopuro, terdapat belasan pengusaha makanan ringan keripik usus pada skala home industri. Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan kepada 11 orang.

Baca juga: Ekskavasi Struktur Bata Kuno di Mojokerto, Diduga Dinding Penahan dari Permukiman Elite Majapahit

"Kami menunggu hasil uji lab dari DLH, kalau memang ini limbah atau ada dampak lingkungan hidup, kami akan melakukan gelar perkara," ungkap Dewa Yoga.

Sungai Ledeng di Kabupaten Mojokerto, berada di wilayah Dusun Sememi, Desa Modopuro.

Aliran sungai ini berada di antara dua dusun di Desa Modopuro, yakni Dusun Sememi dan Dusun Bangsri.

Sungai Ledeng memiliki lebar sekitar 6 meter. Aliran sungai itu berasal dari Avor Gedang menuju Sungai Sadar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Jateng Catatkan Inflasi Terendah Ketiga Se-Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.