Temuan Perahu Zaman Kolonial di Bengawan Solo Diserahkan ke Pemkab Lamongan

Kompas.com - 07/11/2019, 18:23 WIB
Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said (kanan depan), bersama rombongan Bupati Lamongan saat melihat perahu bekas peninggalan zaman kolonial Belanda di halaman Disbudpar Lamongan. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said (kanan depan), bersama rombongan Bupati Lamongan saat melihat perahu bekas peninggalan zaman kolonial Belanda di halaman Disbudpar Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, resmi melakukan serah-terima satu perahu peninggalan zaman kolonial Belanda yang sudah berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Kamis (7/11/2019).

Sebelumnya, satu perahu yang ditemukan warga Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur tersebut berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo pada Rabu (6/11/2019) kemarin.

"Paling penting dari penemuan ini adalah, nilai sejarahnya. Sebab dari perahu yang ditemukan ini bisa membuka sejarah baru, meski hal itu masih harus dibuktikan melalui penelitian," ujar perwakilan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Kemendikbud, Fitra Arda, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Diperkirakan Ada 70 Perahu Zaman Kolonial Belanda di Dasar Bengawan Solo

Ia mengharapkan, kajian yang dilakukan nantinya tidak hanya pada seputar tahun pembuatan perahu. Namun juga asal-usul serta cerita narasi yang mendukung untuk apa dan bagaimana perahu-perahu tersebut sampai ada di Bengawan Solo pada waktu itu.

"Untuk keperluan apa dan buat apa perahu ini pada saat itu, mungkin pada masa Perang Dunia (PD) I. Apakah buat mobilisasi massa atau sebagai jembatan kendaraan pada masa perang itu juga nantinya harus dapat dibuktikan dalam penelitian," kata dia.

"Kajian dibutuhkan untuk memperkuat temuan perahu ini, sehingga perlu juga mencari keterangan dari masyarakat yang tinggal dan pernah tinggal di sekitar aliran Bengawan Solo," jelasnya.

Baca juga: Butuh Belasan Orang untuk Angkat 1 Perahu Peninggalan Zaman Belanda di Bengawan Solo

Siapkan museum

Sementara Bupati Lamongan, Fadeli, menyebut serah-terima perahu ini masih bersifat sementara. Sampai ada petunjuk lebih lanjut dari Kemendikbud, apakah nantinya perahu-perahu ini bakal seterusnya 'diperbolehkan' berada di Lamongan.

"Untuk itu kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian. Sementara ditempatkan di halaman Disbudpar dulu, sambil dilakukan penelitian dan proses lainnya," kata Fadeli.

"Kalau pun nanti memang bakal ditempatkan di Lamongan untuk seterusnya, kami juga siap. Ada museum yang akan kami siapkan," lanjut dia.

Sementara dari tiga perahu, baru satu yang sudah berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo. Adapun dua lainnya, masih terus coba diupayakan secepatnya untuk dapat diangkat ke permukaan.

Baca juga: Perahu di Dasar Bengawan Solo Diduga Kendaraan Perang, Ini Spesifikasinya



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X