Butuh Belasan Orang untuk Angkat 1 Perahu Peninggalan Zaman Belanda di Bengawan Solo

Kompas.com - 07/11/2019, 15:11 WIB
Penampakan perahu peninggalan zaman kolonial Belanda yang berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo, yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Dok. Wicaksono Dwi NugrohoPenampakan perahu peninggalan zaman kolonial Belanda yang berhasil diangkat dari dasar Bengawan Solo, yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Satu dari tiga perahu yang diduga sebagai peninggalan zaman kolonial Belanda, yang ditemukan warga di dasar Sungai Bengawan Solo di Lamongan, Jawa Timur, berhasil diangkat, Rabu (6/11/2019).

Tim gabungan yang terlibat dalam proses pengangkatan perahu berharap, perahu kedua akan dapat diangkat pada Kamis (7/11/2019) ini.

"Kita break dulu, kasihan tim sudah bekerja dari kemarin dan belum sempat istirahat tidur. Nanti malam kita lanjutin, mudah-mudahan besok perahu kedua akan bisa diangkat ke permukaan," ujar arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, saat ditemui di lokasi, Rabu (6/11/2019).

Baca juga: Perahu di Dasar Bengawan Solo Diduga Kendaraan Perang, Ini Spesifikasinya

Tim BPCB Jawa Timur terdiri dari tujuh orang, dengan dibantu sepuluh tenaga lokal.

Meski demikian, saat pengangkatan perahu banyak unsur lain yang terlibat membantu seperti dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lamongan.

"Ini rencananya ada delapan orang lagi dari BPCB Jawa Timur yang akan datang. Jadi kita gantian, mereka datang, kami geser dulu untuk istirahat," kata Wicaksono.

Selain itu, ada pula perwakilan dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) yang turut dalam agenda kali ini.

Mereka turut membantu proses ekskavasi, guna mengetahui usia perahu yang diduga peninggalan zaman kolonial Belanda tersebut.

"Ada dua orang dari Balai Konservasi Borobudur. Ini kan kerja bersama dari Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), jadi ada beberapa tim yang terlibat termasuk kami, Disbudpar Lamongan, serta Balai Konservasi Borobudur," tutur dia.

Usai berhasil diangkat, satu perahu langsung dibawa menuju kantor Disbudpar Lamongan untuk proses lanjutan.

Sementara, dua perahu yang belum berhasil diangkat, bakal terus diupayakan dalam waktu dekat.

Tim gabungan dan BPCB Jawa Timur berharap, semua perahu peninggalan zaman kolonial Belanda ini nantinya bakal tuntas diangkat dari dasar Bengawan Solo, maksimal pada akhir pekan ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X