KILAS DAERAH

Gubernur Sulsel Dorong Perbaikan Tata Kelola CSR untuk Atasi Kemiskinan

Kompas.com - 04/11/2019, 18:34 WIB
 Menjadikan CSR/TJSL Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone (3/11/2019) DOK. Humas Provinsi Sulawesi Selatan Menjadikan CSR/TJSL Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone (3/11/2019)


KOMPAS.com - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah berharap forum Focus Group Discussion ( FGD) yang diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Sulsel bisa melahirkan rekomendasi konsep untuk mengentaskan kemiskinan.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita, persoalan kemiskinan. Kemiskinan ada di pesisir. Indonesia ini luar biasa sekali, saya berharap betul-betul pertemuan regional ini melahirkan rekomendasi konsep yang bisa kita dukung bersama," kata Nurdin dalam FGD tersebut di Rumah Dinas Gubernur Sulsel di Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Minggu (3/11/2019).

Dalam FGD bertemakan "Corporate Social Responsibility ( CSR) atau Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone ini" berlansung dari Sabtu (3/11/2019) hingga Senin (5/11/2019).

Pada FGD Nurdin menyampaikan jika CSR dikelola dengan baik maka akan membawa dampak yang positif bagi masyarakat.

"Ini kalau dikumpulkan, itu akan menjadi kekuatan besar, tinggal goal-nya apa. Saya kira kami semua sudah tahu apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Senada Nurdin, Ketua Umum Jejaring Teluk Bone, Yayat Pangerang yang hadir dalam forum tersebut menyatakan pelaksanaan FGD ini dapat memperluas wawasan para pemangku kepentingan daerah di Kawasan Teluk Bone.

Apalagi Kawasan Teluk Bone berada di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sulteng). Oleh sebab itu, kegiatan ini diikuti secara bersama-sama para pemangku kepentingan di dua propinsi itu.

"FGD ini akan membahasa mengenai substansi, filosofi, sejarah dan regulasi terkait CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang melekat pada aktivitas dunia usaha pada suatu wilayah," terang Yayat.

Yayat mengatakan dialog intensif dalam FGD tersebut perlu dilakukan untuk menetapkan langkah strategis tata kelola CSR.

Baca juga: Dinkes Sulsel Pastikan Kabar Tenggelamnya Ambulans Laut adalah Hoaks

"Ini penting, agar CSR dapat bermanfaat untuk percepatan penyelenggaraan pembangunan wilayah di masing-masing daerah kabupaten dan kota terkait," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X