Mayat Diduga Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Tim SAR Akan Segera Evakuasi

Kompas.com - 03/11/2019, 13:55 WIB
Proses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian. DOK.HUMAS BASARNAS PALEMBANGProses pencarian dua pendaki asal Jambi yang hlang di Gunung Dempo, kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Setelah 10 hari pencarian, tim SAR akhirnya memutuskan menghentikan aktifitas pencarian.

KOMPAS.com - Setelah pencarian dua pendaki asal Jambi di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, dihentikan, tim pencarian mandiri menemukan sesosok jasad di kawasan timur kawah.

Dilansir Tribunnews dari Sripoku.com, jasad tersebut ditemukan oleh tim dari Wanadri, Indra dan Wahyudi.

Hingga saat ini, jasad belum bisa diidentifikasi karena lokasinya berada di bawah bibir kawah sedalam 300 meter.

"Bener tim Wanadri Indra dan Wahyudi yang melaporkan bahwa mereka menemukan mayat yang ada di kedalaman 300 meter dari bibir Kawah Gunung Api Dempo," kata Koordinator Wanadri, Fandi Alias Otek.

Baca juga: 2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Berdasar keterangan awal, jasad tersebut awalnya dicurigai hanya plastik biru saja. Namun saat dilihat menggunakan teropong terlihat jelas jika itu merupakan mayat manusia.

"Tim terpaksa turun ke kawah untuk memastikan jika itu adalah mayat," kata Fandi.

"Namun karena lokasinya curam dan tinggi tidak bisa sampai ke lokasi mayat. Tapi saat dilihat memggunakan teropong tampak jelas itu mayat," tambahnya.

Sementara itu, tim rencananya hari ini akan langsung melakukan evakuasi jasad tersebut. Sejumlah perlengkapan untuk melakukan evakuasi telah disiapkan, kata Fandi.

"Namun kita belum bisa memastikan apakah mayat ini merupakan salah satu dari dua pendaki yang kita cari," kata Fandi.

Baca juga: Tim SAR Hentikan Pencarian 2 Pendaki Jambi yang Hilang di Gunung Dempo

Seperti diketahui, dua pendaki asal Jambi, M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26), diduga hilang saat mendaki Gunung Dempo.

Keduanya dikabarkan berangkat ke Kota Pagaralam pada 13 Oktober 2019.

Lalu, mereka sempat menghubungi keluarganya pada 15 Oktober 2019 dan memberitahukan kabar bahwa mereka berada di lereng Dempo sebelum menuju ke Puncak.

Sebelumnya, tim SAR gabunga telah menemukan pakaian serta sandal milik salah satu korban yang tercecer di pelataran Gunung Dempo, pukul 12.00 WIB.

"Temuan ceceran barang milik korban jadi petunjuk awal kami. Barang itu akan diserahkan ke tim yang berada di Posko Rimau," kata Humas Basarnas Palembang Dayu Willy, Rabu (23/10/2019).

Dayu mengatakan, setelah mendapatkan petunjuk tersebut, tim pencarian langsung dibagi menjadi tiga regu untuk menyisir seluruh jalur pendakian Gunung Dempo. (Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul BREAKING NEWS: Update 2 Pendaki Asal Jambi Diduga Jatuh ke Kawah Gunung Dempo, Tim Temukan Mayat



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Regional
UMK Papua 2021 Tak Naik, Pemprov: Mungkin karena Pandemi Covid-19

UMK Papua 2021 Tak Naik, Pemprov: Mungkin karena Pandemi Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Kasus Covid-19 Naik, KBM Tatap Muka di Kota Magelang Kembali Ditunda

Regional
Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Dua Jambret 27 Kali Beraksi, Akhirnya Ditembak Polisi

Regional
Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X