2 Pendaki Hilang di Gunung Dempo, Basarnas Temukan Pakaian Korban

Kompas.com - 23/10/2019, 16:55 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dua pendaki asal Jambi yang hilang di Gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRATim SAR Gabungan melakukan pencarian dua pendaki asal Jambi yang hilang di Gunung Dempo kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (23/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian dua pendaki asal Jambi yakni M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26) menemukan petunjuk baru di pelataran Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (23/10/2019).

Pada pencarian hari kedua tersebut, tim menemukan pakaian serta sandal milik salah satu korban yang tercecer di pelataran Gunung Dempo, pukul 12.00 WIB.

Humas Basarnas Palembang Dayu Willy mengatakan, setelah mendapatkan petunjuk tersebut, tim pencarian langsung dibagi menjadi tiga regu untuk menyisir seluruh jalur pendakian Gunung Dempo.

Baca juga: Seminggu Tak Ketemu, Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Lawu Dihentikan

Regu I dan regu II menyisir jalur turun menuju Posko Rimau. Sementara, regu III menyisir titik awal pendakian di Tugu Rimau.

"Temuan ceceran barang milik korban jadi petunjuk awal kami. Barang itu akan diserahkan ke tim yang berada di Posko Rimau," kata Dayu.

Sementara itu, Kepala Basarnas Kota Pagar Alam, Alfariz mengatakan, barang yang ditemukan tersebut sudah dipastikan adalah milik korban setelah mendapatkan konfirmasi kepada pihak keluarga.

Menurut Alfariz, saat ini, tim akan difokuskan pencarian di sekitar pelataran usai penemuan tersebut.

"Kondisi cuaca yang tak menentu di Gunung Dempo menjadi pencarian terkendala. Sekarang akan difokuskan dulu di pelataran," ujar Alfariz.

Baca juga: Dua Pendaki Asal Jambi Diduga Hilang Kontak di Gunung Dempo

Diberitakan sebeumnya, M Fikri Sahdila (17) dan Jumadi (26), dua pendaki asal Muaro, Jambi,  hilang di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, sejak satu pekan lalu.

Adapun, kedua pendaki tersebut dikabarkan berangkat ke Kota Pagaralam pada 13 Oktober 2019.

Mereka sempat menghubungi keluarganya pada 15 Oktober 2019 dan memberitahukan kabar bahwa mereka berada di lereng Dempo sebelum menuju ke puncak. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X