Perjuangan Kakek Kosmas, Meski Buta Jadi Pemulung untuk Nafkahi Keluarga

Kompas.com - 01/11/2019, 09:37 WIB
Foto : Kakek Kosmas Dua (66) dan sang isteri, Maria Mimpiana saat ditemui Kompas.com di depan rumah, tepat di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Kamis (31/10/2019). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Kakek Kosmas Dua (66) dan sang isteri, Maria Mimpiana saat ditemui Kompas.com di depan rumah, tepat di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Kamis (31/10/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com-Kosmas Dua (66), warga asal Keluarahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, NTT mengalami buta total sejak tahun 2005 silam.

Awalnya, dokter memvonis Kakek Kosmas menderita penyakit gula dan membuatnya buta. Ia berencana untuk operasi mata, tetapi tidak bisa terwujud lantaran ketiadaan dana. 

Ia pun pasrah dengan penyakit itu. Ia pun memutuskan tidak bekerja selama setahun.


Baca juga: Siswa SMK Hilang Saat Magang Sempat Minta Pulsa dan Berkabar Sedang di Laut Maumere

Diam di rumah, ternyata berdampak pada pendapatan ekonomi keluarga. Anak-anaknya pun terancam putus sekolah.

Karena itu, Kakek Kosmas yang sebelumnya bekerja serabutan dan penjaga gudang memulai pekerjaan baru yakni menjadi pemulung sekalipun buta.

Setiap hari,  Kosmas menyusuri lorong-lorong di kota Maumere untuk mencari sampah plastik. Ia acap kali muncul di samping toko-toko untuk memungut bahan-bahan di tempat sampah. 

“Saya sudah hafal jalan dan tempat-tempat di kota Maumere, jadi saya pakai rasa saja. Saya nekad bekerja supaya kami sekeluarga bisa makan. Kalau tidak kan, isteri dan anak saya bisa mati kelaparan,” ungkap kakek Kosmas kepada Kompas.com, Kamis (31/11/2019).

Ia menuturkan, pekerjaannya sejak tahun 2005, setiap pagi pukul 05.30 Wita, menyusuri jalan dan lorong-lorong di Kota Maumere untuk memungut barang rongsokan seperti kardus, botol kemasan plastik, dan aneka sampah yang bisa dijual kembali.

Kakek Kosmas mengaku tidak pernah khawatir akan terjadi bahaya yang mengancam seperti ditabrak kendaraan saat menyebrang jalan. 

Ia tetap setia menyusuri lorong-lorong khususnya di pertokoan untuk memungut barang-barang rongsokan di tempat sampah. 

“Ketika ada tanda lalu lintas lampu merah dan semua kendaraan berhenti saya berusaha lewat. Kadang, saya selalu usaha minta bantuan orang,” ungkap Kosmas.

Baca juga: Kala Warga Maumere Kibarkan Sang Merah Putih di Puncak Gunung Egon

Ia merasa bersyukur, karena selalu ada orang yang membantu setiap kali hendak menyeberang jalan. 

Kakek Kosmas mengatakan, tepat pukul 11.00, dirinya pulang ke rumah dengan membawa barang-barang rongsokan yang diisi dalam karung.

Maria Mimpiana, istri dari Kosmas Dua mengaku pasrah dengan keadaan yang menimpa sang suami tercinta. 

Setiap hari, Mama Maria ikut membantu suaminya memilah aneka barang rongsokan dan mengepaknya untuk dijual.

“Lumayanlah dari sampah kami bisa dapat uang Rp 300-400 ribu setiap dua atau tiga bulan," ucap mama Maria.

Selain mengepak barang-barang rongsokan, ia juga menjual sayur dan tomat untuk menambah penghasilan. 

Kendati penghasilan yang diperoleh tidak cukup, Ia mengaku tetap dan terus bersyukur. 

“Anak kami ada 5 orang. Ada 2 yang sudah tamat SMA dan tiga lainnya masih sekolah. Semoga ada bantuan beasiswa untuk anak-anak kami," tutur Maria.

Ia juga mengeluhkan, setiap hari keluarganya mengonsumsi air asin dari sumur. Inginnya membeli air galon seperti warga lain, apalah daya penghasilan cukup. 

Beli beras, beli pulsa meteran listrik, dan bayar uang sekolah anak-anak saja susah. 

Hidup dalam keterbatasan dan kekurangan tidak membuat mama Maria putus asa. 

"Satu pinta kami, pemerintah bisa memerhatikan kondisi keluarga ini," ucap mama Maria dengan wajah penuh harap.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X