Siswa SMP di Kaki Gunung Slamet Sulap Limbah Plastik Jadi Lampion, Bunga hingga Wayang

Kompas.com - 24/10/2019, 07:43 WIB
Siswa SMP Negeri 2 Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat wayang cumplung yang terbuat dari batok kelapa dan botol bekas air mineral, baru-baru ini. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSiswa SMP Negeri 2 Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuat wayang cumplung yang terbuat dari batok kelapa dan botol bekas air mineral, baru-baru ini.

BANYUMAS, KOMPAS.com - Suasana asri langsung terasa ketika memasuki pelataran SMP Negeri 2 Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang tak begitu luas.

Pepohonan dari ukuran kecil hingga besar menjadi penyejuk dari hawa panas yang beberapa hari terakhir terasa begitu terasa.

Berbagai macam hiasan dan tulisan berisi kata-kata mutiara pun menghiasi setiap sudut sekolah.

Sementara di bagian dalam, ratusan siswa tampak sibuk membuat wayang cumplung, yaitu wayang yang terbuat dari batok kelapa. Siang itu, mereka berkerumun di setiap teras kelas untuk menyelesaikan tugasnya.

Baca juga: 27 Kontainer Limbah Plastik di Batam Kembali Reekspor ke Negara Asal

Total lebih dari 700 wayang cumplung dihasilkan dari tangan para siswa. Selanjutnya wayang-wayang tersebut dipentaskan oleh siswa bertepatan dengan HUT ke-52 sekolah yang berada di kaki Gunung Slamet itu.

Nabila (14), siswa kelas VIII mengatakan, wayang cumplung terbuat dari barang-barang bekas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Antara lain batok kelapa untuk bagian kepala dan botol air mineral untuk bagian tubuh wayang.

Tak hanya itu, kain perca juga dimanfaatkan untuk membuat baju wayang agar tampak apik. Limbah tersebut dirangkai dan dibentuk sedemikian rupa seperti wayang golek.

"Sebelumnya belum pernah bikin, baru kali ini. Setiap anak buat satu wayang," tutur Nabila, baru-baru ini.

Hal senada disampaikan siswi lainnya, Lina (14). Lina mengaku cukup kesulitan ketika diminta untuk membuat wayang cumplung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X