Doa dari Desa Para Dalang: Anak-anak yang Selalu Main HP Jadi Cinta Wayang...

Kompas.com - 01/09/2019, 11:00 WIB
Dalang cilik Kevin Rabbani, 11 tahun, pelajar kelas 6 SD Muhammadiyah Mutihan, Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ia memainkan cerita pertempuran Setijo dan Gatotkaca pada puncak bersih desa atau merti desa yang berlangsung di Desa Tayuban, Panjatan, Kulon Progo. Ratusan anak asal Tayuban menyaksikan sekaligus ikut menirukan aksi Kevin. KOMPAS.COM/DANI JULIUSDalang cilik Kevin Rabbani, 11 tahun, pelajar kelas 6 SD Muhammadiyah Mutihan, Wates, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Ia memainkan cerita pertempuran Setijo dan Gatotkaca pada puncak bersih desa atau merti desa yang berlangsung di Desa Tayuban, Panjatan, Kulon Progo. Ratusan anak asal Tayuban menyaksikan sekaligus ikut menirukan aksi Kevin.

KULON PROGO, KOMPAS.com – Kevin Rabbani masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar Muhammadiyah Mutihan, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski baru berusia 11 tahun, bocah asal Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan ini lincah memainkan wayang kulit di hadapan ratusan warga Desa Tayuban.

Siang itu, Kevin memainkan perseteruan antara Gatotkaca, putra Bimasena, dengan Setijo, putra Sri Kresna. Dalam iringan tempo cepat gamelan, Kevin mengadu kedua tokoh itu seolah terjadi pertempuran hebat.

“Ini cerita dengan lakon Setijo yang mencoba merebut wahyu senopati dari Gatotkaca, tapi berhasil dihalangi Gatotkaca,” kata Kevin di halaman Balai Desa Tayuban, Sabtu (31/8/2019).

Baca juga: Cerita Ayu, Gadis Disabilitas Pintar Membuat Wayang Lidi dan Melukis

Ratusan bocah duduk berjajar rapi di bawah panggung tempat Kevin menjadi dalang. Masing-masing anak membawa wayang kertas dan menancapkannya pada debok pisang di hadapan mereka.

Kevin lalu memainkan wayang. Suara bonang, gambang, gong, kendang, dan kempul, bersahutan sepanjang satu jam aksi Kevin itu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ratusan anak ikut menarikan wayang kertas ketika menyaksikan dalang cilik Kevin Rabbani beraksi di panggung wayang di Balai Desa Tayuban, Panjatan, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Wayang kertas di tangan anak-anak itu jadi seperti mainan yang menyenangkan mereka.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Ratusan anak ikut menarikan wayang kertas ketika menyaksikan dalang cilik Kevin Rabbani beraksi di panggung wayang di Balai Desa Tayuban, Panjatan, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Wayang kertas di tangan anak-anak itu jadi seperti mainan yang menyenangkan mereka.
Ratusan anak terpancing. Ada yang menarikan wayang kertasnya, gunungannya, dan hanya sedikit sekali yang cuma diam. Wayang kertas di tangan anak-anak itu jadi seperti mainan yang menyenangkan mereka.

“Kami ingin nguri-uri kabudayan dalam hal ini seni pedalangan karena ini adalah sejarah dari desa ini,” kata Danang Nur Widaryanto, Pendamping Desa Budaya Tayuban, Sabtu (31/8/2019).

Hari ini sebenarnya berlangsung tradisi merti desa atau bersih desa yang diikuti 7 dusun yang ada di Tayuban. Bersih desa merupakan kegiatan tahunan dalam rangka mengucap syukur atas hasil panen dan diberinya ketenteraman desa.

Baca juga: Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Kegembiraan dan ucapan syukur diwujudkan mulai dari acara kirab keliling desa, membawa gunungan berisi hasil pertanian, ngalap berkah atau berebut isi gunungan, juga kenduri.

Pagelaran wayang yang dibawakan dalang cilik ini merupakan salah satu rangkaian dari merti desa ini. Merti desa ditutup dengan wayang semalaman. 

Penghargaan pada merti desa diwujudkan lewat penampilan warga dalam balutan pakaian adat, yang perempuan bersanggul dan berkebaya. Para pria bersurjan, belangkon, dan keris menyelip di panggul belakang. Tidak hanya bagi yang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Kirab tidak hanya dengan membawa gunungan saja. Kirab juga diikuti anak-anak sambil membawa wayang dengan tokohnya masing-masing.

Wayang yang dibawa ada yang berbahan kulit tetapi banyak yang terbuat dari kertas dengan ukuran yang memang sama dengan wayang kulit asli. Seusai mengikuti serangkaian prosesi merti dusun, mereka ikut menyaksikan Kevin beraksi. 

Anak-anak sambil membawa wayang menjadi pra-lambang bahwa desa ini dibingkai kebudayaan. Kegiatan wayang dan pedalangan coba terus dikembangkan di kalangan muda warga desa, utamanya usia dini, di tengah kehidupan agraris.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.