Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Kompas.com - 22/10/2019, 10:43 WIB
Tim Densus 88 Antiteror dan Tim Gegana Brimob Polda Lampung membuka sepatu sebelum masuk ke dalam rumah kost terduga teroris SRF di Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). Polisi menyita tiga kantung plastik berisi bubuk yang diduga bahan peledak dari kamar SRF. Tim Densus 88 Antiteror dan Tim Gegana Brimob Polda Lampung membuka sepatu sebelum masuk ke dalam rumah kost terduga teroris SRF di Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). Polisi menyita tiga kantung plastik berisi bubuk yang diduga bahan peledak dari kamar SRF.

KOMPAS.com - Saat akan menggeledah indekos terduga teroris SRF di Gang Waway, Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Senin (21/10/2019), sang pemilik indekos sempat meminta anggota Densus 88 dan polisi untuk mencopot sepatu.

Menurut Yusuf Rizani, pemilik indekos, hal itu sebagai bentuk penghargaan terhadap dirinya sebagai tuan rumah yang setiap hari menyapu dan membersihkan indekos tersebut.

Sementara itu, dari hasil penggeledahan, Densus mengamankan tiga bungkus bubur warna kuning dari kamar SRF.

Saat itu, petugas juga sempat meminta masyarakat dan wartawan yang berada di lokasi sekitar penggeledahan untuk tidak merokok.

Berikut ini fakta lengkap penggeledahan terduga teroris di Lampung:

1. Lima terduga teroris diamankan Densus 88

Tim Densus 88 Antiteror memasang garis polisi di sekitar rumah terduga teroris Y di Gang Bintara 2, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). Kelompok dimana Y bergabung bersama SRF, AH, R, dan Adnan mengincar tempat hiburan malam di Bandar Lampung.KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Tim Densus 88 Antiteror memasang garis polisi di sekitar rumah terduga teroris Y di Gang Bintara 2, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). Kelompok dimana Y bergabung bersama SRF, AH, R, dan Adnan mengincar tempat hiburan malam di Bandar Lampung.

Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap lima terduga teroris di Bandar Lampung pada Minggu (13/10/2019) dan Senin (14/10/2019).

Kelimanya ialah NAS yang menyerahkan diri pada Minggu, kemudian empat terduga berinisial R, AH, Y, dan SRF.

Para terduga teroris ini ditangkap karena diduga terlibat jaringan SA yang menusuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Densus 88 Dimarahi Pemilik Indekos yang Disewa Terduga Teroris, Disuruh Buka Sepatu

2. Densus amankan sejumlah barang bukti 

Seorang personel Tim Gegana Brimob Polda Lampung membawa plastik berisi bubuk yang diduga bahan peledak dari rumah kost terduga teroris berinisial SRF di Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). SRF ditangkap bersama empat terduga teroris lainnya pada Senin (14/10/2019) pekan lalu.KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Seorang personel Tim Gegana Brimob Polda Lampung membawa plastik berisi bubuk yang diduga bahan peledak dari rumah kost terduga teroris berinisial SRF di Bandar Lampung, Senin (21/10/2019). SRF ditangkap bersama empat terduga teroris lainnya pada Senin (14/10/2019) pekan lalu.

Selain itu, Densus 88 Antiteror juga telah menyita sejumlah barang bukti yang diduga material pembuat bom.

Bahan-bahan itu berupa bubuk sulfur seberat 1,5 kg, bubuk warna putih seberat 2 kg, bubuk mercon, lima ponsel yang sudah dimodifikasi, dan lampu LED detonator dari rumah nenek terduga R di Bandar Lampung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Regional
Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Regional
4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Regional
Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Regional
Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X