Buntut OTT di BPPKAD, Kejari Tetapkan Sekda Gresik Sebagai Tersangka

Kompas.com - 21/10/2019, 20:03 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan), saat memberikan keterangan kepada awak media di Kejari Gresik, Senin (21/10/2019). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Pandoe Pramoekartika (dua dari kanan), saat memberikan keterangan kepada awak media di Kejari Gresik, Senin (21/10/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya alias AHW sebagai tersangka baru dalam kasus Operasi Tangkap Tangan ( OTT) yang sempat dilakukan pada awal tahun ini di kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ( BPPKAD) Gresik, Jawa Timur.

Sebelumnya, Kejari Gresik sudah menetapkan satu terdakwa dalam kasus OTT yang dilakukan di kantor BPPKAD tersebut atas nama Mukhtar (MM).

Dengan proses hukum yang sudah berjalan, sudah memasuki persidangan.

Baca juga: Setelah OTT di BPPKAD, Kejari Gresik Tetapkan 1 Tersangka

"Hasil penyidikan terhadap perkara di pemotongan intensif pemungutan pajak daerah atau di BPPKAD yang kemarin atas nama tersangka Mukhtar," ujar Kepala Kejari Gresik, Pandoe Pramoekartika, Senin (21/10/2019).

"Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi dan dua alat bukti yang ada, kemudian kita melakukan pengembangan dengan asas kepatutan, hari ini kita tetapkan tersangka baru, yaitu dengan inisial AHW," lanjut dia.

Sebelum menetapkan AHW sebagai tersangka pada hari ini, pihak Kejari Gresik sebenarnya sudah berupaya memanggil yang bersangkutan sebagai saksi.

Namun, tidak ada niatan baik dari AHW, kendati pemanggilan tersebut dikatakan Pandoe lebih dari tiga kali.

Kejari Gresik sebelumnya melayangkan surat pemanggilan kepada AHW pada 14 Oktober, 15 Oktober, 16 Oktober, dan kemudian pada Senin (21/10/2019).

Namun, surat pemanggilan ini tidak mendapat respon, AHW tidak menghadiri semua pemanggilan tersebut.

"Jadi AHW ini kemarin kita sudah melakukan pemanggilan sebagai saksi dan sudah lebih dari tiga kali, namun mangkir. Kenapa saya bilang mangkir? karena yang panggilan pertama di kantor, kemudian kedua ditembuskan ke istrinya, kemudian panggilan ketiga tetap di kantor. Namun sampai saat ini tidak menghadiri panggilan tersebut, dan sudah ada surat keterangan dari Bapak Bupati bahwa tidak ada surat perintah. Jadi tidak diterbitkan surat perintah atas pemberian tugas terhadap AHW," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X