Dedi Mulyadi: Struktur Eselon Dipangkas, Proses Audit Pun Perlu Disederhanakan

Kompas.com - 21/10/2019, 13:00 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAAnggota DPR RI Dedi Mulyadi

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyatakan setuju rencana Presiden Joko Widodo melakukan reformasi birokrasi yang salah satunya adalah memangkas struktur eselon.

Ia menyebutkan, ada tiga dampak tingkat eselon yang selama ini terjadi dalam birokrasi.

Pertama adalah peningkatan anggaran tunjangan. Lalu peningkatan fasilitas seperti mobil, sopir, bahan bakar, pakaian dan lainnya.

Kemudian dampak lainnya adalah jabatan eselon membuat orang dalam posisi nyaman.

"Kalau sudah dapat jabatan eselon membuat orang nyaman. Kerja keras dan tidak kerja keras ya sama, sehingga mereka malas bekerja dan itu menyebabkan kemandekan birokrasi," kata Dedi kepada Kompas.com via sambungan telepon, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Menakar Birokrasi Dinamis Jawa Barat

Dedi mengatakan, karena berada di level nyaman, maka pejabat pun akan melakukan kegiatan-kegiatan nyaman yang tidak memiliki risiko, seperti perjalanan dinas, rapat-rapat, seminar, diskusi, pelatihan.

Kegiatan itu, kata dia, sangat mudah untuk direncanakan, dilaksanakan dan dilaporkan. Lalu pertanggungjawabannya pun tidak berisiko dilaporkan dengan tuduhan korupsi.

Hal itu berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang menyentuh pelayanan publik seperti membangun infrastruktur fisik, layanan administrasi penduduk, perizinan dan lainnya.

Menurut Dedi, kegiatan itu susah direncanakan dan sulit dilaksanakan serta berisiko dalam pertanggunjawabannya.

Dedi mengatakan, jika Presiden Jokowi ingin mengubah pola dari eselon ke non eselon, maka diperlukan upaya penyederhanaan audit.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
'Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit'

"Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit"

Regional
3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X