Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kompas.com - 19/10/2019, 09:03 WIB
Pembunuhan. ThinkstockPembunuhan.

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Buron selama hampir delapan bulan, seorang pemuda berinisial YS (19) diamankan polisi di daerah Cimanggis, Depok, Jawa Barat terkait kasus pembunuhan kakek Amen (61) di Bukit Intan, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Saat operasi penangkapan, pelaku berusaha kabur sehingga dilumpuhkan petugas dengan tembakan di bagian kaki.

"Pelaku dikenal temperamen sehingga menghabisi nyawa orang lain hanya karena utang minuman arak Rp 30.000," kata Kapolsek Bukit Intan AKP M Adi Putra pada awak media, Sabtu (19/10/2019).

Baca juga: Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel di Karawang

Setelah ditangkap di Cimanggis, pelaku diterbangkan ke Pangkal Pinang dan ditahan di Mapolsek Bukit Intan guna menjalani proses hukum.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku kesal karena piutang minuman yang ditagih sebesar Rp 30.000. Sedangkan menurut perkiraan pelaku, utang hanya Rp 20.000 dan telah dibayar.

Selama ini, pelaku dan rekan-rekannya kerap berbelanja minuman arak kepada korban. Pelaku yang tidak memiliki pekerjaan tetap sering minum sembari nongkrong hingga larut malam.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Debt Collector yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Atas perbuatannya pelaku terancam pasal pembunuhan dengan ancaman 10 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Regional
Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Regional
Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Regional
Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Regional
Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Regional
Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Regional
Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Regional
Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X