Motivator yang Tempeleng 8 Siswa Saat Seminar Minta Maaf

Kompas.com - 18/10/2019, 15:34 WIB
Tangkap layar video pemukulan siswa oleh motivator yang tersebar di media sosial KOMPAS.COM/ANDI HARTIKTangkap layar video pemukulan siswa oleh motivator yang tersebar di media sosial

KOMPAS.com - Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang, Nur Cholis mengatakan, AS, motivator yang menempeleng delapan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang sudah meminta maaf.

Hal itu disampaikan AS setelah pihak sekolah memanggil AS terkait video pemukulan yang viral.

Namun, kasus itu ternyata sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Kita serahkan kepada polisi, yang jelas orangtua juga sudah kita sampaikan bahwa itu bukan kesalahan sekolah," ujar Nur, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Ada 8 Siswa yang Ditempeleng oleh Motivator Saat Seminar

Sebelumnya beredar video seorang motivator menempeleng siswa saat seminar, Kamis (17/10/2019).

Belakangan diketahui bahwa pelaku merupakan AS, sedangkan korban berasal dari Muhammadiyah 2 Kota Malang.

Pemukulan terjadi saat seminar sedang berlangsung. AS sebagai motivator ditenggarai tersinggung karena ditertawai siswa karena salah tulis kata 'goblok'.

Menurut Nur, SMK Muhammadiyah 2 memang kerap menggelar seminar dengan mendatangkan motivator.

AS didatangkan oleh pihak sekolah sebagai motivator kewirausahaan.

"Yang Pak AS itu adalah motivator kewirausahaan. Masih yang pertama kali," kata Nur. (Kontributor Malang, Andi Hartik)

Baca juga: Motivator yang Tempeleng Siswa dan Teriak Goblok Diduga Tersinggung Ada Siswa yang Tertawa Saat Seminar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X