1.000 Penari Pelajar Ramaikan Festival Keraton Kesultanan Buton

Kompas.com - 18/10/2019, 10:41 WIB
Festival Keraton Kesultanan Buton Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menampilkan seribu penari yang menarikan tarian kolosal dan karnaval tenun KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKEFestival Keraton Kesultanan Buton Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menampilkan seribu penari yang menarikan tarian kolosal dan karnaval tenun

BAUBAU, KOMPAS.com – Panasnya terik matahari, tidak menyurutkan niat seribu pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Baubau melakukan tarian kolosal dan karnaval tenun di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. 

Pertunjukan tarian kolosal dan karnaval tenun ini merupakan  bagian dari karnaval budaya Festival Keraton Kesultanan Buton

I Gusti Ngurah Putra, Tenaga Ahli Sekretaris Bidang Komunikasi Publik, Kementrian Pariwisata, yang berada di Kota Baubau, Kamis (17/10/2019), mengatakan, Festival Keraton Kesultanan Buton ini sudah masuk dari salah satu 100 kalender event nasional .

“Kami di Kementrian memilih kalender iven di daerah melalui kurasi ahli sesuai bidangnya. Kami mempunyai kurator untuk menyeleksi kegiatan-kegiatan. Tentunya banyak aspek yang dinilai,” kata I Gusti Ngurah Putra. 

Baca juga: Kande Tompa, Tradisi Mencari Jodoh Masyarakat Buton Setelah Lebaran

Ia mengaku baru pertama kali Festival Keraton Kesultanan Buton dan kagum dengan kekompakan para penari.

“Ini baru pertama kali saya melihat, dirigen cukup terampil menggerakan potensi penari yang ada. Dukungan masyarakat, anak –anak sekolah ini tentunya partisipasi berdasarkan kesadaran,” ujarnya. 

Dalam festival tersebut, para pelajar ini menampilkan berbagai tarian kolosal seperti tarian ponare yang menggunakan tombak dan tameng. 

Selain itu, terdapat juga tarian bhone to bungke yang mengisahkan tentang perjalanan Raja Mulae,  Raja ke 5 Kesultanan Buton. 

 Lalu terdapat pula drama kolosal tentang Raja Mulae yang berhasil menumpas agresi Kerajaan Tobelo yang dipimpin oleh La Bolontio. 

Baca juga: Tradisi Kambua-kambua, Melantunkan Syair Kuno Buton di Pertengahan Ramadhan

 

Karnaval tenun

Festival dilanjutkan dengan Karnaval Tenun yang diikuti oleh para pelajar, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Baubau, dan paguyuban dari daerah lain.

Dalam karnaval tenun tersebut. Para peserta menampilkan berbagai macam cirak dan warna tenun khas Buton. 

“Terlihat berbagai macam budaya dipersembahkan oleh masing-masing kontingen sembari mengunakan tenun khas Buton," kata Wakil Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

"Kami atas nama pemerintah, terima kasih kepada semua pihak yang terlibat untk menyukseskan acara ini.” 

Ia berharap, dalam festival tersebut selain melestarikan nilai-nilai budaya, juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. 

Baca juga: Asyiknya Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset di Benteng Keraton Buton

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X