Tradisi Kambua-kambua, Melantunkan Syair Kuno Buton di Pertengahan Ramadhan

Kompas.com - 24/05/2019, 10:54 WIB
Tradisi kambua-kambua yang dilakukan anak-anak masih dilestarikan oleh  masyarakat Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKETradisi kambua-kambua yang dilakukan anak-anak masih dilestarikan oleh masyarakat Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.


BAUBAU, KOMPAS.com – Lantunan syair yang dinyanyikan sekelompok anak kecil di pagi hari begitu nyaring di depan salah satu rumah warga Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Sekelompok anak kecil yang terdiri dari bocah laki-laki dan perempuan, begitu ceria dan lantang mengucapkan syair dengan bahasa Buton Kuno.

Suara yang lantang di pagi hari membuat pemilik rumah membuka pintu dan memberikan sejumlah uang ke dalam kotak sumbangan yang dibawa anak-anak.

Baca juga: Ganggu Penerbangan, Tradisi Balon Udara Diganti dengan Festival BalonTradisional

Kegiatan tersebut adalah tradisi kambua-kambua yang berusia ratusan tahun dan dilestarikan oleh masyarakat Buton hingga saat ini.

Tradisi kambua-kambua dilakukan setelah salat Subuh. Puluhan anak-anak akan berjalan kaki keliling kampung melantunkan syair bahasa Buton Kuno di setiap pintu rumah warga.

Jika pintu rumah warga tidak terbuka, kelompok anak kecil tersebut kemudian melanjutkan menuju ke pintu rumah warga lainnya.

Musa (12), seorang anak yang ikut melantunkan syair Buton Kuno mengaku sangat senang menjalani rutinitas tradisi kambua-kambua.

“Senang juga lakukan ini. Kita lakukan kambua-kambua. Adatnya begini memang orang Buton. Kita lakukan abis shalat subuh, setiap tahun dilakukan begini bersama teman-teman,” kata Musa, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Sejak 1928, Ada Tradisi Dentuman Meriam Penanda Berbuka di Rangkasbitung

Tradisi kambua-kambua merupakan tradisi menyadarkan masyarakat agar datang tarawih ke masjid.

Menurut Imam Masjid Kaobula, La Ode Hasirun Suri, bila warga tidak datang ke masjid untuk tarawih maka akan digantikan dengan kambua-kambua.

“Bila tidak datang salat Tarawih di masjid, maka pagi-pagi digantikan dengan kambua-kambua ini, agar mereka kembali ke masjid. Bila tidak maka dapat denda. Dendanya berupa uang seikhlasnya. Jumlahnya tidak menentu. Terserah yang memberi,” ujar La Ode Hasirun Suri.
Baca juga: Cerita Warga Setu Babakan soal Tradisi Mandi Merang yang Lenyap

Ia menambahkan, tradisi kambua-kambua selalu dilaksanakan setiap bulan Ramadhan pada malam Qunut atau atau pertengahan Ramadhan, serta saat malam Lailatul Qadar. Tradisi tersebut sudah dilaksanakan sejak masa Kerajaan Buton sekitar abad ke-16.

“Uang yang diperoleh dari tradisi kambua-kambua hasilnya dibagi, Sepertiga buat anak-anak yang laksanakan tradisi kambua-kambua dan sisanya disimpan,” ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X