Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Kompas.com - 18/10/2019, 07:50 WIB
Siswa-siswi SDI Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT memikul air ke sekolah, Senin (14/10/2019). Mereka harus berjalan 5 km setiap hari dengan memikul air di atas kepala menuju sekolah. KOMPAS.com/NANSIANUS TARISSiswa-siswi SDI Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT memikul air ke sekolah, Senin (14/10/2019). Mereka harus berjalan 5 km setiap hari dengan memikul air di atas kepala menuju sekolah.

MBAY, KOMPAS.com - Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak ke semua warga. Perumahan dan sekolah-sekolah pun mengalami kekurangan air bersih.

Siswa-siswi sekolah dasar inpres (SDI) Tuanio, Desa Pagomogo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, juga terkena dampak dari kekeringan ini.

UPDATE : Kompas.com menggalang dana untuk membantu siswa-siswi SD di Flores agar mendapatkan sumber air yang terjangkau. Sumbangkan rezeki Anda untuk membantu meringankan beban mereka. Klik di sini untuk donasi.

Para siswa pun harus mencari air bersih, sekadar untuk keperluan sekolah seperti menyiram toilet dan menyirami tanaman.

Siswa-siswi SD ini terpaksa memikul air dengan jeriken 5 liter ke sekolah untuk menyirami toilet dan bunga.

Itu dilakukan siswa-siswi karena di sekolah tidak ada jaringan air bersih di wilayah sekolah ini berdiri.

"Setiap hari kami pikul air ke sekolah untuk siram toilet dan bunga. Kami jalan kaki dari rumah sejauh 5 kilometer ke sekolah," kata Maria Nasrin, salah seorang siswi, kepada Kompas.com, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Cerita Siswa-siswi SD di Flores Pikul Air 5 Km Tiap Hari untuk Siram Toilet Sekolah

Harus bangun jam 04.00 Wita untuk cari air

Ia menceritakan, setiap pagi ia dan kawan-kawan bangun pukul 04.00 Wita untuk menimba air di mata air yang letaknya jauh dari rumah.

Mereka bangun pagi karena di mata air, mereka harus antre berjam-jam menunggu giliran untuk mengambil air.

Air yang diambil itu untuk keperluan rumah dan dibawa ke sekolah.

Kepala SDI Tuanio, Ferdinandus Koba, membenarkan krisis air di wilayah itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X