Kisah Tobias dan 9 Anaknya, Tinggal di Gubuk Reyot, Jual Jamur untuk Bertahan Hidup

Kompas.com - 11/10/2019, 11:31 WIB
Gubuk reyot yang ditinggali Tobias Akut bersama istri dan sembilan anak di Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISGubuk reyot yang ditinggali Tobias Akut bersama istri dan sembilan anak di Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Kamis (10/10/2019).

BORONG, KOMPAS.com - Tobias Akut bersama istri dan sembilan anaknya mendiami gubuk reyot di Desa Rana Kolong, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.

Gubuk reyot yang mereka tinggali berdinding pelepah bambu dan beratap belahan bambu.

Beberapa bagian dinding dan atap rumah sudah berlubang, sehingga saat hujan pasti bocor.

Kadangkala, Tobias memanfaatkan karung atau terpal untuk menutupi lubang-lubang tersebut.

Meski demikian, Tobias dan istri, Yani Lusia Ndelos, bersama sembilan anaknya tetap memilih menetap di gubuk reyot itu. 

Memang tidak ada pilihan lain. Mereka terpaksa bertahan meski sulit.

"Kami tidak punya tanah di sini, ini tanah keluarga dari istri saya. Kami mati hidup di sini. Mau keluar, ke mana ? Sebenarnya berat tinggal di sini, tetapi kami berusah untuk bertahan,"  ungkap Tobias kepada Kompas.com di gubuk reyotnya, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Kisah Pilu Remaja yang Diperkosa Ayah Tiri, Bertahun-tahun Tanggung Beban Sendiri...

Tobias mengisahkan, untuk menyambung hidup keluarga, ia bersama istri dan anak-anaknya mencari kayu di hutan.

Kayu-kayu itu dikumpulkan di depan rumah untuk dijual.

Satu ikat kayu dijual Rp 10.000. Bila rezeki datang, keluarga Tobias bisa mendapatkan penghasilan Rp 500.000 per bulan.

"Hasil jual kayu ini baru kami beli beras. Kalau tidak, kami makan ubi dan pisang saja," ucap Tobias.

Ia mengungkapkan, kayu adalah sumber penopang hidup bagi keluarganya.  Jika tidak, anak-anaknya bisa mati kelaparan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X