Jual Burung Dilindungi, Tiga Pria Diamankan Polisi

Kompas.com - 08/10/2019, 16:07 WIB
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo (dua dari kiri), bersama salah seorang tersangka penjual burung dilindungi yang berhasil diamankan pihak kepolisian. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo (dua dari kiri), bersama salah seorang tersangka penjual burung dilindungi yang berhasil diamankan pihak kepolisian.

GRESIK, KOMPAS.com - Dani Agus Saputra (31), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur, diamankan pihak kepolisian lantaran memiliki dan hendak menjual beberapa ekor burung merak hijau, yang termasuk dalam kategori satwa langka dan dilindungi.

"Tersangka memiliki lima ekor burung merak hijau dan tidak memiliki izin, yang juga akan diperjual-belikan. Padahal merak hijau merupakan satwa langka yang dilindungi, karena hampir punah," ujar Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo, saat rilis pengungkapan kasus di halaman Mapolres Gresik, Selasa (8/10/2019).

Populasi burung merak hijau sendiri, kata Kusworo, terus menyusut imbas perburuan liar dan kini diprediksi tinggal menyisakan sekitar 800 ekor saja.

Baca juga: Perdagangan Liar 85 Ekor Burung Langka di Maluku Utara Digagalkan

 

Karena itu, pemerintah kemudian menetapkan burung ini sebagai satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor P.106/MENLHK/SEKJEN/KUM.1/12/2018.

Kusworo yang dalam kesempatan ini didampingi oleh Kepala BKSDA Wilayah II Jawa Timur Wiwid Widodo mengatakan, burung merak hijau yang diamankan dari tangan tersangka tersebut dipelihara sejak mulai masih berupa telur.

"Dari situ tersangka kemudian membudidayakan dengan alat penetas, selama 27 hari hingga dewasa. Selanjutnya, burung-burung itu disimpan di rumah mertuanya," kata dia.

"Untuk ukuran dewasa, merak hijau di pasaran bisa dihargai sampai Rp 25 juta per ekornya," sambung dia.

Selain mengamankan Dani, polisi juga mengamankan Ferdi dan Heru, dua sosok suruhan pria berinisial D asal Sumatera.

Mereka berdua diamankan polisi, saat sedang berjualan enam ekor burung takur api dan dua ekor burung tangkar uli Sumatera di pinggir Jalan Raya Menganti, Gresik.

Baca juga: 500 Pecinta Burung Termasuk Anggota Dewan Ramaikan Lomba Berkicau di Mamuju Tengah

"Dari tersangka Ferdi dan Heru, kami berhasil mengamankan enam ekor burung takur api seharga Rp 1 juta, serta dua ekor burung tangkar uli Sumatera seharga Rp 1,5 juta. Sementara kami juga masih melakukan pengejaran pria berinisial D, yang sudah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang)," terang dia.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 40 Ayat 2 juncto Pasal 21 Ayat 2 (a) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp 100 juta.

Sehingga total, pihak kepolisian berhasil menyelamatkan sebanyak 13 ekor burung yang termasuk dalam kategori dilindungi dari ketiga tersangka, yang untuk selanjutnya bakal diserahkan kepada BKSDA Jawa Timur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
Ridwan Kamil: Sebelum Jadi Zona Hijau, Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

Ridwan Kamil: Sebelum Jadi Zona Hijau, Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Meski Ditetapkan Tersangka, Sastrawan Felix Nesi Tak Ditahan Polisi

Meski Ditetapkan Tersangka, Sastrawan Felix Nesi Tak Ditahan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X