Begini Penampakan Jalan yang Terbelah akibat Gempa di Seram Barat

Kompas.com - 08/10/2019, 10:58 WIB
Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa.

Gempa bumi merusak rumah warga, sekolah, rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya.

Gempa yang sangat kuat dirasakan itu juga mengakibatkan sebuah jalan sepanjang lebih dari 100 meter di Desa Kairatu, terbelah. 

Saat berada di Kairatu pada Minggu (6/10/2019), Kompas.com ikut mendatangi lokasi tersebut dan menyaksikan langsung kondisi jalan yang rusak parah akibat getaran gempa bumi.


Baca juga: Kawasan Wisata Kawah Putih Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

Berdasarkan pantauan, tampak jalan yang menghubungkan permukiman warga ke arah pantai Kairatu itu terbelah tidak beraturan.

Pada beberapa bagian, lubang dengan kedalaman lebih dari 1 meter.

Sementara, di sekitar lokasi tersebut, banyak bidang tanah yang mengalami retak.

Salah seorang warga setempat, Amin Piris mengatakan, warga baru mengetahui jalan tersebut terbelah, sekitar sehari setelah gempa tersebut terjadi.

"Besoknya setelah gempa, baru kita tahu ada jalan yang terbelah seperti itu,"¬Ěkata Amin kepada Kompas.com.

Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019).KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019).
Saat ini, warga mulai khawatir dengan kondisi tanah di kawasan itu.

Sebab, beredar informasi bahwa di kawasan tersebut masuk pada zona patahan.

Meski begitu, menurut Amin, banyak warga yang penasaran terus mendatangi lokasi tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X