Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa, Pemprov Maluku Minta Dukungan DPD

Kompas.com - 06/10/2019, 07:53 WIB
Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Maluku meminta dukungan Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD) untuk pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi korban gempa yang mengguncang wilayah itu pada akhir September 2019.

Saat ini, pengungsi akibat gempa masih menempati tenda-tenda darurat di sejumlah lokasi pengungsian.

Sebelum memperbaiki rumah-rumah pengungsi yang mengalami kerusakan, Pemprov Maluku akan membangun terlebih dulu  hunian sementara bagi para pengungsi korban gempa yang rumah-rumahnya rusak.

"Kita tahu APBD kami kecil, untuk itu kami membutuhkan dukungan dari teman-teman DPD," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang kepada waratwan di Posko Satgas Penanggulangan Gempa Maluku di aula Korem 151 Binaya, Ambon, Sabtu (5/10/2019).

"Pak Nono Sampono (Wakil Ketua DPD) untuk menggerakkan lembaga dan badan turun membantu kami di daerah," ujar dia.

Baca juga: Pemprov Maluku Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa

Kasrul menyatakan, sejumlah menteri telah merespons bencana gempa di Maluku dengan mendatangi langsung lokasi.

Menteri yang pernah mengunjungi lokasi seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Sosial, Menteri Perhubungan, hingga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melihat langsung kondisi para pengungsi dan dampak kerusakan akibat gempa.

"Banyak yang rusak, ada pasar, ada rumah sakit juga. Makanya kami harap teman-teman DPD RI dan DPR RI asal Maluku, katakanlah melobi," ujar Kasrul.

Dia mengakui dengan kondisi fiskal dan APBD yang sangat kecil, Pemprov Maluku tentu sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk membangun hunian sementara bagi para pengungsi korban gempa tersebut.

"Apalagi kami juga mau membangun rumah-rumah warga yang rusak," kata Kasrul.

Baca juga: BPBD: Hoaks Tsunami Picu Bertambahnya Jumlah Pengungsi Gempa Maluku

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada 26 September 2019 sekitar pukul 08.46 WIT.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km timur laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Gempa itu menyebabkan 39 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka. Gempa juga menyebabkan rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya rusak.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X