Hari Batik Nasional, Anak PAUD dan Kaum Disabilitas Membatik di Atas Kain 10 Meter

Kompas.com - 02/10/2019, 15:22 WIB
Suasana peringatan Hari Batik Nasional di Kabupaten Probolinggo. KOMPAS.com/ACHMAD FAISOLSuasana peringatan Hari Batik Nasional di Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Sejumlah warga, termasuk kaum disabilitas dan anak PAUD membatik bersama di atas kain sepanjang 10 meter, di Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (2/10/2019).

Acara itu untuk memperingati hari batik nasional.

Mereka membatik motif batik khas kabupaten, yaitu motif Gunung Bromo, daun tembakau, irisan bawang merah dan mangga.

Baca juga: Menjaga Eksistensi Batik Karawang

Setelah itu, mereka membagikan 2.009 buah suvenir bercorak batik tulis karya pembatik difabel secara gratis kepada warga dan pengendara jalur Pantura.

Yulis, salah satu peserta, mengaku membatik itu menyenangkan. Setelah mendapatkan ilmu singkat, dia langsung membatik dengan motif sesuai selera.

"Membatik menimbulkan kesenangan dan sensasi sendiri. Apalagi batik dipakai secara nasional dan menjadi ciri budaya negara," ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, kegiatan membatik bersama bertujuan untuk mengenalkan batik khas kepada publik.

Sejauh ini, sudah ada 18 pembatik yang terdaftar dalam Asosiasi Perajin Batik, Bordir dan Assesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo tahun 2019.

"Batik produksi lokal sudah berhasil dipasarkan ke luar daerah. Ini sebenarnya membantu usaha pengrajin batik lokal," tukasnya.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Masyarakat untuk Pertahankan Batik sebagai Warisan Budaya Dunia

Ada makna tersendiri atas kegiatan membatik kain sepanjang 10 meter dan suvenir 2.009 buah itu.

Angka 10 merupakan 10 tahun Hari Batik Nasional. Sedangkan 2009 adalah tahun ketika batik ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X