Peringati Hari Batik Nasional, Ribuan Pelajar Membatik, Pecahkan Rekor Muri

Kompas.com - 02/10/2019, 10:17 WIB
Sejumlah pelajar bersiap-siap melakukan batik bersama di halaman belakang pendopo Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon Selasa (1/10/2019). Mereka akan membatik bersama 2.832 pelajar dengan motif Mega Mendung dan berhasil memecahkan rekor MURI. KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah pelajar bersiap-siap melakukan batik bersama di halaman belakang pendopo Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon Selasa (1/10/2019). Mereka akan membatik bersama 2.832 pelajar dengan motif Mega Mendung dan berhasil memecahkan rekor MURI.

CIREBON, KOMPAS.com – Sebanyak 2.832 pelajar dari beberapa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini memadati halaman belakang pendopo Batik Trusmi Selasa (1/10/2019).

Mereka berkumpul untuk mengikuti dan membuat langsung proses membatik di atas secarik kain putih secara bersama-sama.

Pantauan Kompas.com, sebelum acara berlangsung, mereka yang merupakan perwakilan dari berbagai sekolah duduk secara berkelompok.

Baca juga: Hari Batik Nasional, Kemendikbud Imbau Sekolah Lakukan 3 Hal Ini

Tiap kelompok dilengkapi satu buah malam atau lilin yang berfungsi untuk menutupi garis motif batik.

Sejumlah panitia kemudian membagikan secarik kain putih yang sudah bermotif kepada para peserta.

Mereka juga membagikan canting kepada satu per satu pelajar sebagai alat utama untuk membatik.

Arief Purwanto, General Manager Batik Trusmi menyebut, kegiatan ini merupakan upaya Batik Trusmi untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Tahun ini, Batik Trusmi Cirebon menggandeng para pelajar sebagai upaya untuk mengedukasi generasi muda yang bertugas melestarikan batik di masa mendatang.

Para pelajar ini membatik secara bersama-sama dengan motif mega mendung yang sudah menjadi ciri khas dan identitas batik Cirebon.

“Kegiatannya, para siswa membatik dengan pola mega mendung, karena tema tahun ini “mega mendung untuk negeri”. Mega mendung adalah identitas dan motif dari Cirebon, kita ingin me-nasional-kan mega mendung,” kata Arief kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Hari Batik, Mampir ke Pekan Batik Nusantara di Pekalongan

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X