Palembang Kembali Diselimuti Asap, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya

Kompas.com - 02/10/2019, 10:10 WIB
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti kota Palembang. Bahkan, kualitas udara di kota tersebut sempat kembali masuk ke level berbahaya. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti kota Palembang. Bahkan, kualitas udara di kota tersebut sempat kembali masuk ke level berbahaya.

PALEMBANG,KOMPAS.com- Kualitas udara di kota Palembang kembali masuk ke level berbahaya akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera Selatan, Rabu (2/10/2019).

Berdasarkan pantauan di situs bmkg.go.id, konsentrasi partikulat atau PM 10 mulai tembus ke angka 431.71 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB.

Kondisi itu terus meningkat, bahkan pada pukul 06.00 WIB, PM 10 tembus 679.73 mikrogram per meter kubik dan masuk ke level sangat berbahaya.

Angka baru menurun pada pukul 08.00WIB sebesar 403.40 mikrogram permeter kubik dan masuk ke level sangat tidak sehat.

Baca juga: Gubernur Klaim Kabut Asap Sudah Hilang di Riau

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori menjelaskan, guyuran hujan yang terjadi selama empat hari terhitung sejak 24-27 September 2019 kemarin ternyata tidak membuat lahan gambut yang terbakar langsung padam.

Sebab, curah hujan yang turun tersebut hanya memadamkan api di atas permukaan lahan gambut.

"Paling banyak terbakar itu di OKI ada 505 titik api. Di sana semuanya adalah lahan gambut," kata Ansori.

Dijelaskan Ansori, ada tiga kecamatan di Kabupaten OKI yang menjadi pusat kebakaran lahan gambut. Lokasi itu yakni Kecamatan Pampangan, Cengal, dan Pedamaran Timur.

Helikopter water boombing pun telah dikerahkan ke wilayah tersebut untuk melakukan pemadaman. Namun, tumpahan air hanya bisa memadamkan permukaan lahan gambut yang terbakar.

"Tinggi gambut di sana bisa sampai 30 meter. Kita sedang menggeser pasukan pemadaman darat untuk ke lokasi tersebut,"ujarnya.

Baca juga: Kabut Asap, Maskapai Penerbangan Hentikan Jadwal Penerbangan di Bandara Palangkaraya

Sementara itu, berdasarkan data dari BPBD Sumsel, titik api saat ini sebanyak 610 hotspot, per 1 Oktober 2019.

Dari total 610, Kabupaten OKI paling banyak sebaran hotspot yakni 505 titik. Kemudian Banyuasin 29 titik, Musi Banyuasin 20 titik, Ogan Komering Ulu Timur 11 titik, Ogan Komering Ulu Selatan 10 titik, Empat Lawang 9 titik, Ogan Ilir 8 titik, Ogan Komering Ulu 5 titik, Muara Enim 4 titik, Lahat 3 titik, Penukal Abab Lematang Ilir 2 titik, Musi Rawas Utara 2 titik, dan Musi Rawas 2 titik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X