Kabut Asap, Maskapai Penerbangan Hentikan Jadwal Penerbangan di Bandara Palangkaraya

Kompas.com - 27/09/2019, 16:41 WIB


PALANGKARAYA, KOMPAS.com – Sejumlah maskapai penerbangan terpaksa menghentikan jadwal penerbangan dari dan ke bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya.

Hal itu dilakukan karena beberapa kali penerbangan terpaksa dibatalkan, lantaran kabut asap selalu menebal di pagi hari, Jumat (27/9/2019).

Selain mengganggu kesehatan serta semua aktivitas warga Palangkaraya, kabut asap yang hingga kini masih menyelimuti kota itu, juga terus mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Cilik Riwut Palangkaraya.

Baca juga: AirNav Sebut Aktivitas Penerbangan di Jateng Tidak Terganggu Kabut Asap

Akibatnya, beberapa jadwal penerbangan juga ikut terganggu, bahkan ada beberapa penerbangan yang harus dibatalkan, lantaran jarak pandang terus memburuk.

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Tjilik Riwut Palangkaraya Siswanto mengatakan, beberapa maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, harus menghentikan jadwal penerbangan di pagi hari.

“Ada dua maskapai penerbangan yang terpaksa menutup sementara jadwal penerbangannya, baik itu dari dan menuju Palangkaraya," kata Siswanto saat ditemui di Kantor PT Angkasa Pura II Cilik Riwut Palangkaraya, Kamis (26/9/2019).

Baca juga: Pasca Gempa, Operasional Penerbangan di Ambon dan Labuan Bajo Tak Terganggu

Maskapai Garuda Indonesia, yang seharusnya ada jadwal penerbangan pada pukul 05.50 WIB, sejak tanggal 25 September 2019 hingga 30 September 2019, terpaksa menghentikan semua jadwal penerbangan pada pagi hari.

Begitu juga dengan maskapai Trans Nusa, yang telah menutup sementara jadwal penerbangan sejak tanggal 23 September 2019 hingga 30 September 2019.

Sementara, untuk maskapai Citilink, yang biasanya ada jadwal penerbangan setiap hari, kini hanya tiga kali dalam satu minggu.

“Semua pemberhentian sementara serta perubahan jadwal penerbangan ini dikarenakan dampak dari kabut asap," tambah Siswanto.

Hingga kini, kabut asap masih terus menyelimuti Bandara Angkasa Pura II Tjilik Riwut Palangkaraya, berdampak pada jarak pandang yang sangat terbatas, sehingga akan membahayakan keselamatan penerbangan.

Dia berharap agar kebakaran hutan dan lahan bisa segera teratasi, sehingga semua aktivitas jadwal penerbangan bisa kembali normal, tidak terganggu karena dampak kabut asap yang membuat jarak pandang sangat terbatas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.