Polres Sleman Turunkan 300 Personel Amankan Aksi #GejayanMemanggil 2

Kompas.com - 30/09/2019, 14:16 WIB
Anggota Kepolisian saat mengatur arus lali lintas di Simpang Tiga Kolombo KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAAnggota Kepolisian saat mengatur arus lali lintas di Simpang Tiga Kolombo

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Polres Sleman kerahkan 300 personel untuk mengamankan jalanya aksi damai #GejayanMemanggil 2.

Aksi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak ini digelar di Simpang Tiga Kolombo.

"Total ada 300 personel. Itu gabungan Polres Sleman dengan polsek-polsek," ujar Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah saat di temui di Simpang Tiga Kolombo, Jalan Gejayan, Senin (30/9/2019).

Baca juga: #GejayanMemanggil dan Suara dari Gejayan...

Rizky menyampaikan, dari informasi yang didapatnya, aksi damai #GejayanMemanggil 2 diikuti oleh ribuan orang. Ada dua titik kumpul dalam aksi ini.

Titik kumpul massa ada di depan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Informasi yang saya terima sampai ini 3.000-an, ini massa sudah mulai berjalan ada yang dari UGM, ada yang dari mulai berjalan UIN," ujarnya.

Disampaikannya, polisi juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.

"Rekayasa jalan kita siapkan supaya kegiatan berjalan, masyarakat juga tidak terganggu. Nanti kita lihat kalau jumlah massanya membutuhkan parameter yang lebih luas, kita akan lebih luas lagi merekayasanya," urainya.

Baca juga: Cerita Puluhan Siswa Ditolak Bergabung Saat Demo Mahasiswa di Aceh

Dijelaskanya, sesuai dengan izin yang diajukan, aksi damai akan dimulai pada pukul 11.00 WIB. Aksi damai di Simpang Tiga Kolombo akan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Pada prinsipnya, lanjutnya, teman-teman mahasiswa hanya menyampaikan aspirasinya. Ia juga yakin, mahasiswa sebagai kaum terpelajar dan intelektual tidak akan melakukan hal-hal diluar kendali.

"Oleh karena itu, tugas kita hanya mengamankan saja, memang kita hindari untuk represif, karena dari awal mereka juga hanya menyampaikan aspirasi. Menyampaikan aspirasi, kita represif kan kontraproduktif," ujarnya.

Dari pengamatan Kompas.com, massa aksi sudah mulai tiba di Simpang Tiga Gejayan. Akses jalan yang menuju Simpang Tiga Kolombo baik dari selatan, barat, maupun utara ditutup untuk kendaraan bermotor. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disebut Calon Pendamping Cellica di Pilkada Karawang 2020, Acep Jamhuri: Enjoy Aja

Disebut Calon Pendamping Cellica di Pilkada Karawang 2020, Acep Jamhuri: Enjoy Aja

Regional
Curhat Warga Jabar di Daegu Korsel, Minta Ridwan Kamil Kirim Masker

Curhat Warga Jabar di Daegu Korsel, Minta Ridwan Kamil Kirim Masker

Regional
Polisi Buru Anggota KKB yang Hendak Menyandera Guru di Mimika, akan Ditindak Tegas

Polisi Buru Anggota KKB yang Hendak Menyandera Guru di Mimika, akan Ditindak Tegas

Regional
Ratusan Warga Keerom Minta Dana Investasi Sapi Perah Dikembalikan

Ratusan Warga Keerom Minta Dana Investasi Sapi Perah Dikembalikan

Regional
Jejak Sandal Jadi Petunjuk Polisi Ungkap Misteri Kematian Siswi SMP di Gorong-gorong Sekolah

Jejak Sandal Jadi Petunjuk Polisi Ungkap Misteri Kematian Siswi SMP di Gorong-gorong Sekolah

Regional
Protes Pembabatan Hutan Adat, Mahasiswa dan Satpol PP Kericuhan di Kantor Gubernur Maluku

Protes Pembabatan Hutan Adat, Mahasiswa dan Satpol PP Kericuhan di Kantor Gubernur Maluku

Regional
Oknum Polisi Ditangkap Gegara Bawa 1 Kg Sabu di Bandara Juwata

Oknum Polisi Ditangkap Gegara Bawa 1 Kg Sabu di Bandara Juwata

Regional
PGRI Ingin Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Kembali Jadi Guru Setelah Dihukum

PGRI Ingin Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Kembali Jadi Guru Setelah Dihukum

Regional
Joki CPNS di Makassar Ketahuan Setelah Peroleh Skor Tes SKD 408

Joki CPNS di Makassar Ketahuan Setelah Peroleh Skor Tes SKD 408

Regional
Tak Ada Serum Anti Bisa, Polisi yang Digigit Ular saat Evakuasi Banjir Dirujuk ke RSUD Karawang

Tak Ada Serum Anti Bisa, Polisi yang Digigit Ular saat Evakuasi Banjir Dirujuk ke RSUD Karawang

Regional
Bambu Bali Memperindah Taman Harmoni Surabaya, Risma Senang

Bambu Bali Memperindah Taman Harmoni Surabaya, Risma Senang

Regional
Persaingan Geng Antar Sekolah yang Akhirnya Renggut Masa Depan AF...

Persaingan Geng Antar Sekolah yang Akhirnya Renggut Masa Depan AF...

Regional
Seorang Pemuda di Aceh Cabuli Keponakannya di Bawah Umur

Seorang Pemuda di Aceh Cabuli Keponakannya di Bawah Umur

Regional
Ini Motif Ayah Kandung Buang Jasad Anaknya di Gorong-gorong Sekolah

Ini Motif Ayah Kandung Buang Jasad Anaknya di Gorong-gorong Sekolah

Regional
Deni, Hacker Berhati Mulia Belajar Bobol Situs dari YouTube, Ingin Kuliah di Sekolah Tinggi Sandi Negara

Deni, Hacker Berhati Mulia Belajar Bobol Situs dari YouTube, Ingin Kuliah di Sekolah Tinggi Sandi Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X