Fakta Terkini Gempa Ambon, Daftar Kerusakan hingga Ribuan Warga Mengungsi di Bukit

Kompas.com - 26/09/2019, 15:27 WIB
Rumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019). KOMPAS.com/ RAHMAT RAHMAN PATTYRumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019).

KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada hari Kamis (26/9/2019) pukul 08.46 WIT.

Akibat gempa tersebut, puluhan rumah warga di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, mengalami kerusakan parah.

Tak hanya itu, lima warga dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Sementara itu, sebagian warga di Seram memilih mengungsi ke daerah perbukitan meski sudah mengetahui potensi tsunami telah dicabut BMKG.

Berikut ini sejumlah fakta terkini pasca- gempa Ambon:

1. Daftar kerusakan gempa Ambon magnitudo 6,8

Ilustrasi Gempa Bumi

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi Gempa Bumi

Pasca-gempa Ambon, Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menjelaskan kerusakan yang terjadi:

1. Retaknya sambungan Jembatan Merah Putih.
2. Kerusakan pada Gedung Rektorat Universitas Pattimura. 3. Kerusakan pada Auditorium Universitas Pattimura.
4. Kerusakan pada Gedung Kampus Universitas Pattimura jurusan Kehutanan. 5. 2 unit rumah milik warga di desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan, mengalami rusak berat.
6. 1 unit Pasar Apung di Negeri Pelau Kabupaten Maluku Tengah.
7. Retaknya jalan utama menuju dermaga Ferry di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
8. Kerusakan pada Kampus IAIN dan mengakibatkan 1 orang luka-luka.
9. Kerusakan pada sebuah Masjid di Gunung Malintang, Kota Ambon.
10. Kerusakan pada 1 unit rumah masyarakat di Hative Kecil, Kota Ambon. 11. Kerusakan bagian plafon Gedung BLK.
12. Kerusakan pada Gedung Kantor Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku. 13. Kerusakan pada Gedung Gereja Rehoboth.
14. Kerusakan pada Gedung Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku.
15. Kerusakan pada bangunan City Mall.

Baca juga: Gempa Ambon, Puluhan Rumah Warga di Pulau Seram Rusak Berat

2. Sebanyak 5 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka

Gempa bumi magnitudo 6,8 di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).dok. BNPB Gempa bumi magnitudo 6,8 di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, dua warga dinyatakan tewas setelah tertimbun reruntuhan bangunan di kampus IAIN Ambon.

Kedua korban tewas tersebut adalah Narti Rumain dan Haji Kebo. Adapun tiga warga lainnya yang juga dinyatakan tewas yakni Frans Masi, warga Nania, Kecamatan Baguala Ambon yang tewas karena tertimpa tanah longsor.

Sementara itu, dua warga lainnya yang merupakan pasangan suami istri yakni Hamid dan Aisya tewas setelah tertimpa reruntuhan bebatuan.

"Untuk korban luka-luka data sementara itu ada empat, mereka terluka akibat tertimpa reruntuhan,"kata Kepala BPBD Maluku Farida Salampessy kepada Kompas.com, Kamis siang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X