Sepekan Diselimuti Kabut Asap, 50.000 Siswa di Padang Sidempuan Diliburkan

Kompas.com - 25/09/2019, 16:44 WIB
Petugas BPBD membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di Kota Padang Sidempuan. Dampak kabut asap, sebanyak 50.000 pelajar di Kota Padang Sidempuan diliburkan, Rabu (25/9/2019) DOK. HUMAS PEMKO PADANG SIDEMPUANPetugas BPBD membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di Kota Padang Sidempuan. Dampak kabut asap, sebanyak 50.000 pelajar di Kota Padang Sidempuan diliburkan, Rabu (25/9/2019)

PADANG SIDEMPUAN, Kompas.com - Lebih dari sepekan, udara di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara, masih terus diselimuti kabut asap.

Sesuai hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kondis tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Pemerintah Kota Padang Sidempuan memutuskan untuk meliburkan semua kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah mulai dari PAUD hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Totalnya ada sekitar 50.000 siswa yang diliburkan.

Hal ini merupakan hasil rapat bersama yang dituangkan dalam surat edaran instruksi wali kota Nomor 660.32/5380/2019 tentang antisipasi dampak kabut asap di Kota Padang Sidempuan.

"Meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat SMU," ungkap Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Padang Sidempuan Islahuddin kepada kompas.com, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: 46 Mahasiswa Asal Malaysia di Pekanbaru Pulang Kampung karena Kabut Asap

Untuk jumlahnya, kata Islah, sesuai data yang diterimanya, sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yaitu PAUD dan TK sebanyak 3.193 siswa, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 2.460 siswa, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 4.576 siswa, Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 2.578 siswa.

Kemudian, ditambah lagi sekolah yang ada di bawah Dinas Pendidikan Kota Padang Sidempuan, untuk tingkat PAUD dan TK sebanyak 5.352 siswa, SD 24.932 siswa, SMP 10.417 siswa.

"Untuk tingkat SMA, sesuai instruksi Bapak Irsan Efendi Nasution (wali kota), harusnya diliburkan. Namun, setelah kita konfirmasi ke pihak Cabang Dinas Pendidikan untuk SMA dan SMK yang ada, mereka tidak meliburkan. Itu arahan langsung dari provinsi (Sumut), karena untuk tingkat itu, pihak Dinas Provinsi Sumut yang berhak mengaturnya," ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X