Polisi Sebut Pembubaran Paksa Demo Mahasiswa di Bandung Sesuai Aturan

Kompas.com - 25/09/2019, 13:21 WIB
Aksi massa unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung berakhir ricuh, Selasa (24/9/2019). Terlihat massa tengah menggotong rekannya yang terkulai lemas setelah menghirup gas air mata. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIAksi massa unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung berakhir ricuh, Selasa (24/9/2019). Terlihat massa tengah menggotong rekannya yang terkulai lemas setelah menghirup gas air mata.

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi membubarkan paksa massa aksi unjuk rasa pencabutan UU KPK dan RUU kontroversial lainnya di Jalan Diponegoro, Selasa (24/9/2019) malam.

Hal tersebut dilakukan lantaran aksi dinilai telah melalui batas waktu unjuk rasa.

"Pasca tadi malam, kita sudah lakukan secara aturan yang belaku dalam aksi unjuk rasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, yang ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (25/9/2019).

Baca juga: Ini Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata Saat Demo Mahasiswa di DPR

Truno menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian telah memfasilitasi massa bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) jabar.

Polisi juga telah mengingatkan massa melalui pengeras suara terkait batas waktu unjuk rasa dan meminta mereka untuk membubarkan diri.

Namun, sejumlah massa yang masih bertahan dan memprovokasi.

"Saya mengapresiasi kepada mahasiswa yang setelah itu kembali pulang. Namun ada kelompok yang tidak kembali pulang, yang masih bertahan sampai dengan pukul 20.00 WIB, sambil melakukan provokasi, yel yel dan juga pelemparan, perusakan. Maka kami lakukan tindakan sesuai dengan aturan, yaitu dibubarkan," jelasnya.

Baca juga: Pelantikan Pimpinan DPRD Salatiga Diwarnai Demo Mahasiswa

Pasca-kejadian itu, polisi mengamankan sedikitnya 86 kendaraan roda dua yang ada di sekitar unjuk rasa dan 68 mahasiswa.

Diberitakan sebelumnya, polisi membubarkan paksa aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro. Massa dipukul mundur sekitar pukul 20.00 WIB lantaran telah melewati batas waktu.

"Kepada pengunjuk rasa kami perintahkan untuk membubarkan diri. Atas nama undang-undang kami akan melakukan tindakan tegas," kata petugas kepolisian lewat pengeras suara.

Tak berselang lama, petugas langsung bergerak untuk mendorong para demonstran di arah Jalan Diponegoro tepatnya di depan Gedung Sate.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X