Sudah 2 Pekan, Kebakaran Hutan di Pulau Seram Belum Teratasi

Kompas.com - 22/09/2019, 13:30 WIB
Aparat kepolisian bersmaa petugas BPBD berusaha memadamkan kebakaran hutan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Kamis (18/9/2019) Foto dok Humas Polres Seram Bagian Timur KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYAparat kepolisian bersmaa petugas BPBD berusaha memadamkan kebakaran hutan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, Kamis (18/9/2019) Foto dok Humas Polres Seram Bagian Timur

 

AMBON,KOMPAS.com-Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Seram, Maluku masih terus terjadi.

Musibah yang dipicu akibat kemarau panjang itu telah berlangsung sejak dua pekan terakhir dan hingga kini belum juga dapat teratasi.

Selain di Kabupaten Maluku Tengah, musibah kebakaran hutan dan lahan juga ikut terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Semeru Masih Menyisakan Bara

Hingga kini, proses pemadaman masih terus berlangsung dengan melibatkan aparat TNI Polri, petugas BPBD dan sejumlah instansi terkait lainnya.

“Untuk di Maluku Tengah sampai hari ini masih kebakaran hutan masih terjadi tapi titiknya sudah agak menurun,”kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Bob Rahmat kepada Kompas.com via telepon seluler, Minggu (22/9/2019).

Dia menjelaskan, sampai saat ini kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, dan Seram Utara.

Meskipun demikian, upaya pemadaman baik secara manual maupun dengan menggunakan alat pemadam kebakaran terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Jadi di Maluku Tengah ini semua bersinergi, baik TNI Polri, BPBD, Balai Taman Nasional Manusela, isntansi terkait, hingga badan usaha dan masyarakat semua berbaur untuk memadamkan api baik diminta maupun tidak diminta,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran di Lereng Gunung Slamet di Banyumas Berhasil Padam

Saat ini, kata Bob, pihaknya bersama unsur lainnya masih terus berupaya agar titik-titik kebakaran di wilayah tersebut dapat segera dipadamkan.

”Masih terus dilakukan meski dengan menggunakan peralatan seadanya,”ujarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Regional
'Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat...'

"Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat..."

Regional
Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X