Korban Asap ke Posko Kesehatan Kian Banyak, Obat-obatan Menipis

Kompas.com - 16/09/2019, 08:40 WIB
Ketua DPW PKS Riau Hendry Munief saat menemui sejumlah warga terpapar kabut asap yang datang ke posko pengungsian dan posko kesehatan yang dibuka di Kantor DPW PKS Riau, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019) malam. Dok. Humas PKS RiauKetua DPW PKS Riau Hendry Munief saat menemui sejumlah warga terpapar kabut asap yang datang ke posko pengungsian dan posko kesehatan yang dibuka di Kantor DPW PKS Riau, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019) malam.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Warga terpapar kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, semakin banyak datang berobat ke posko kesehatan yang dibuka DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau. Stok obat-obatan pun mulai menipis.

Hal itu diungkapkan Bendahara Umum DPW PKS Riau, Markarius Anwar saat diwawancarai Kompas.com di posko kesehatan, Minggu (15/9/2019) malam.

"Makin hari makin banyak warga yang datang berobat dan cek kesehatan ke posko kesehatan kita ini. Untuk hari ini ada sekitar 75 orang. Ada yang batuk, sesak napas, demam dan pusing. Jadi obat-obatan kita sekarang ini mulai menipis," kata Markarius.

Baca juga: Cerita Satu Keluarga Korban Asap di Pekanbaru Mengungsi, Ogah Pulang karena Batuk dan Pusing

Dia mengatakan, seluruh pelayanan di posko kesehatan maupun posko pengungsian tidak dipungut biaya alias gratis untuk rakyat yang jadi korban asap. Mulai dari konsumsi hingga obat.

"Semuanya gratis. Di sini kita sediakan konsumsi, obat dan sebagainya. Termasuk layanan antar jemput gratis. Tapi alhamdulillah, relawan dan masyarakat banyak datang yang membantu kita di sini," ucap Markarius.

Sejak posko dibuka, Rabu (11/9/2019) lalu, Markarius mengaku belum ada bantuan dari pihak pemerintah.

"Tapi alhamdulillah, sampai hari ini belum ada bantuan dari pemerintah. Belum ada. Jadi posko kita ini swadaya masyarakat. Walaupun sudah saya informasikan juga media atau pemerintah juga sudah tahu (posko kita). Mungkin mereka memandang kita masih mampu melakukannya. Tapi saling mambantulah," kata ketua Fraksi PKS DPRD Riau ini.

Terkait obat-obatan yang semakin menipis, dia mengharapkan adanya batuan dari pemerintah.

"Kita mohon juga bantuan dari pemerintah, khusus obat-obatan dan juga oksigen. Kalau yang lain-lain, mungkin masih bisa kita fasilitasi. Karena obat-obatan dan oksigen kan banyak juga biayanya," ucap Markarius.

Sementara itu, wakil rakyat ini menambahkan, hingga saat ini seluruh kabupaten dan kota sudah membuka posko pengungsian dan posko kesehatan untuk menampung warga terpapar asap.

"Kader PKS kita di 12 kabupaten dan kota sudah buka posko kesehatan dan posko pengungsian. Fasilitasnya sama dengan yang di Pekanbaru ini," sebut Markarius.

Baca juga: 5 Fakta Dampak Kabut Asap Karhutla, Udara Tak Sehat hingga Menyiksa Rakyat

Sebagaimana diketahui, warga yang datang ke posko kesehatan dan posko pengungsian di kantor DPW PKS Riau, mengeluhkan batuk, sesak napas, pusing dan muntah-muntah akibat dampak kabut asap karhutla.

Sebab, kabut asap pekat lebih kurang sepekan menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, yang membuat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selebgram S Ditangkap di Bali Saat Pesta Narkoba Jenis P-Flouro Fori, Lebih Parah dari Ekstasi

Selebgram S Ditangkap di Bali Saat Pesta Narkoba Jenis P-Flouro Fori, Lebih Parah dari Ekstasi

Regional
Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Regional
Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Regional
Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

Regional
Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Regional
Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Regional
Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Regional
Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Regional
Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X