Terjadi Lagi, Belasan Santri Putri Diduga Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren

Kompas.com - 13/09/2019, 17:33 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

GORONTALO, KOMPAS.com — Belasan santri putri atau anak di bawah umur di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, diduga menjadi korban pencabulan pimpinan pondok.

Awalnya hanya 5 orang yang berani melaporkan kasus ini kepada orangtua mereka.

Para orangtua kemudian melaporkan dugaan pencabulan pimpinan pesantren ke kantor polisi pada 22 Agustus 2019.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan lima santri tersebut, terbongkar adanya korban lain, bahkan mencapai belasan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Boalemo Iptu R Lahmudin mengatakan, diduga masih ada korban lain yang belum melapor ke kepolisian.

Baca juga: Keluarga Santri Korban Pencabulan Pimpinan Pesantren Minta Pelaku Dihukum Kebiri

Pimpinan pondok pesantren yang berinisial T tersebut diduga melakukan aksi pada 18 Agustus 2019 saat tengah malam.

Menurut polisi, awalnya T mendengar suara ribut-ribut di asrama putri, padahal saat itu sudah masuk jam istirahat.

T mencurigai ada laki-laki di dalam kamar. Selanjutnya, pada saat itu juga setiap santri putri dipanggil ke ruangan untuk ditanyai pengalaman pribadi saat pacaran.

“Karena ada dugaan dari T di kamar terdapat lelaki, satu per satu santri dipanggil, ditanyai apakah pernah pacaran, apakah pernah dipegang-pegang oleh pacarnya, sambil T memegang bagian tubuh santrinya,” kata Lahmudin, Jumat (13/9/2019).

Atas laporan para santri putri ini, T kemudian digelandang ke Mapolres Boalemo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Lima orangtua santriwati langsung mendatangi Polres Boalemo untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan tersebut. Kami masih menunggu korban lain untuk melapor agar segera ditindaklanjuti," ujar Lahmudin.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di sebuah pesantren di Lhokseumawe, Aceh.

Pelaku pencabulan diduga pimpinan dan guru di pesantren tersebut.

Santri yang menjadi korban pencabulan dan pelecehan seksual juga mencapai belasan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X