Waspadai Hoaks dalam Persaingan UMKM Pangan

Kompas.com - 10/09/2019, 18:28 WIB
Kepala Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM), Peni Kusumastuti Lukito dan Sekda Jateng Sri Puryono meminta masyarakat mewaspadai hoax dalam persaingan usaha UMKM pangan. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAKepala Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM), Peni Kusumastuti Lukito dan Sekda Jateng Sri Puryono meminta masyarakat mewaspadai hoax dalam persaingan usaha UMKM pangan.

UNGARAN, KOMPAS.com - Masyarakat diimbau mewaspadai hoaks yang beredar dalam kaitannya dengan industri pangan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Tujuan utama hoaks tersebut adalah menciptakan persaingan bisnis yang tidak sehat.

Kepala Badan Pengawasan Obat Makanan ( BPOM), Peni Kusumastuti Lukito, mengatakan hoaks tersebut bisa dilakukan dengan menyebarkan kabar yang tidak benar atau menciptakan kemasan yang menyesatkan.

"Misal ada produk yang menulis 'Tidak Mengandung Minyak Sawit', tapi ini tidak ada pendukungnya, ini bisa merugikan masyarakat," terangnya usai menjadi pembicara dalam sebuah talkshow di Griya Persada Hotel Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (10/9/2019).


Baca juga: Duduk Perkara Hoaks Kasus Pencabulan Pimpinan Pesantren, Polisi Buru 1 DPO dan Tangkap 4 Tersangka

Sementara untuk pelaku usaha, Peni mengimbau tidak mempercayai calo atau biro jasa saat mengurus perizinan.

"Saat ini mengurus izin itu sangat murah, mudah, dan cepat. Biayanya mulai Rp 200.000, dan ada insentif hingga 50 persen. Untuk uji lab dan bahan, akan dibantu BPOM," tegasnya.

Menurut Peni, konsumen harus cerdas memilah dan memilih produk. Jika ragu dengan sebuah produk, dia mengimbau konsumen tidak segan mencari informasi di laman informasi yang dikelola BPOM.

Dia mengatakan, selain melaksanakan tugas utama, yaitu melakukan pengawasan secara full spectrum yang mencakup pengawasan pre-market dan post-market, BPOM juga memiliki peran lain.

"Yakni pemberdayaan masyarakat agar menjadi konsumen cerdas yang hanya menggunakan produk yang aman, bermanfaat, dan bermutu," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pelaku usaha bisa mandiri dengan diberi bimbingan dan pendampingan sehingga mereka memiliki daya saing.

Perluas jaringan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Regional
Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gubernur Kalteng Evakuasi Kecelakaan | Dosen Unnes Dibebastugaskan karena Diduga Hina Jokowi

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Kalteng Evakuasi Kecelakaan | Dosen Unnes Dibebastugaskan karena Diduga Hina Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X