Penghuni Huntara Penyintas Tanah Bergerak di Sukabumi Belum dapat Aliran Listrik

Kompas.com - 05/09/2019, 20:11 WIB
Seorang penyintas memassng instalasi listrik sendiri yang disambungkan ke jaringan listrik yang terdapat di hunian sementara (huntara) Nyalindung, Sukabuni, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang penyintas memassng instalasi listrik sendiri yang disambungkan ke jaringan listrik yang terdapat di hunian sementara (huntara) Nyalindung, Sukabuni, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Penyintas  bencana tanah bergerak mengeluhkan lambatnya pemasangan jaringan listrik di  hunian sementara ( huntara) Kampung Rawa Menong, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya sebanyak 74 unit huntara dalam 37 kopel telah diresmikan penggunaannya, pada Sabtu (31/8/2019) oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang diwakilkan kepasa Asisten Daerah Ade Setiawan.

Bangunan huntara tersebut diperuntukkan bagi penyintas bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu desa setempat.

Huntara yang dibangun material rangka baja ringan dengan dinding partisi serta lantai tembok itu sudah mulai dihuni para penyintas secara bertahap sejak Minggu (1/9/2019).

Baca juga: Cerita Penyintas Kebakaran Huntara Kompas, Panik Lari Saat Sedang Mandi, hingga Disumbang Baju

Hingga Kamis (5/9/2019) hampir 50 persen, para penyintas mulai mengisi huntara, dan sisanya masih tahap merapikan ruangan dengan luas 4x4 meter persegi itu.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Maman Suherman membenarkan bila pemasangan jaringan listrik di huntara ada keterlambatan.

Mengenai keterlambatan ini, dia sudah kembali melakukan komunikasi dengan pihak PLN.  Informasi yang dia terima bila pemasangan jaringan listrik di huntara ini diperlukan sedikitnya pemasangan tiga tiang untuk membentangkan kabel.

"Untuk pemasangan tiang listrik ini, PLN harus mengajukan ke tingkat provinsi. Dan sekarang  hanya tinggal menunggu saja, ya mudah-mudahan bisa secepatnya," kata Maman saat meninjau kembali lokasi huntara kepada Kompas.com di Nyalindung, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Syukur Penyintas Tanah Bergerak Sukabumi, Pindah ke Rumah Sementara Meski Hanya 4x4 Meter

Rumah hunian sementara (huntara) yang dibangun Pemkab Sukabumi untuk penyintas bencana tanah bergerak di Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019).KOMPAS.com/BUDIYANTO Rumah hunian sementara (huntara) yang dibangun Pemkab Sukabumi untuk penyintas bencana tanah bergerak di Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019).
Dia menuturkan selanjutnya pemasangan listrik ke rumah-rumah di huntara ini disesuaikan dengan data pelanggan PLN sebelumnya saat di rumah yang di lokasi bencana.

"Bukan pemasangan baru, tapi Kwh yang di rumah di lokasi bencana dipindahkan ke sini (huntara) sesuai nama pelanggannya atau nama kepala keluarga penyintas," ujar dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

3 Anak yang Hilang Secara Misterius Diduga Diculik, Polisi Bentuk Tim Gabungan

Regional
Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Antisipasi Kerumunan Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun, Ini Kata Kapolda Bali

Regional
'Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien'

"Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien"

Regional
Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Regional
Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Regional
Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Regional
Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Regional
Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai 'Herd Immunity' Covid-19

Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai "Herd Immunity" Covid-19

Regional
Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Regional
Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X