Penyintas Tanah Bergerak di Sukabumi Siap Tempati Hunian Sementara

Kompas.com - 12/07/2019, 09:05 WIB
Seorang penyintas bencana menandatangani surat pernyataan di kantor Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi,Jawa Barat, Kamis (11/7/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang penyintas bencana menandatangani surat pernyataan di kantor Desa Kertaangsana, Nyalindung, Sukabumi,Jawa Barat, Kamis (11/7/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sebanyak 74 kepala keluarga (KK) penyintas bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat siap menempati rumah hunian sementara (Huntara).

Rencananya pembangunan huntara ini akan menempati lahan seluas satu hektar di Kampung Ciboregah desa setempat.

Lokasinya sekitar 3 kilometer dari lokasi bencana dan hanya sekitar 2 kilometer dari kantor Desa Kertaangsana.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sempat mencatat sebanyak 129 rumah yang dihuni 161 KK di lokasi tanah bergerak tersebut.

Di antaranya 90 rumah tidak dapat dihuni karena berada di zona merah dan sisanya terancam.

"Sampai batas waktu hingga sore hari ini, warga korban bencana gerakan tanah yang siap menempati huntara ada 74 KK," ungkap Kepala Desa Kertaangsana Agus Sudrajat kepada Kompas.com di kantor Desa Kertaangsana, Kamis (11/7/2019) petang.

Baca juga: Donatur Menghilang, Pembangunan Huntara Korban Bencana Tanah Bergerak Dihentikan dan Tinggalkan Hutang 133 Juta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menuturkan sebelum batas waktu pembuatan surat pernyataan siap menempati huntara dari 161 KK hanya sebanyak 80 KK yang mendaftarkan.

Karena sisanya mayoritas rumahnya itu berada dalam kategori terancam.

Namun hingga batas waktu, akhirnya warga korban yang siap menempati huntara hanya sebanyak 74 KK. Sebanyak 6 KK tidak membuat surat pernyataan siap menempati huntara dengan berbagai alasan.

Satu di antara dari 6 KK itu sudah membangun rumah di kampung dan desa berbeda. Sebanyak 4 KK kondisi rumahnya tidak mengalami kerusakan karena termasuk di dalam kategori terancam.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.