Gubernur Isran: Kaltim Terpilih Sebagai Ibu Kota Negara Bukan Hasil Lobi

Kompas.com - 03/09/2019, 22:21 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai awak media di Gedung Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda. KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONGubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancarai awak media di Gedung Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menegaskan dirinya tak pernah melobi penentuan ibu kota negara di Kaltim.

“Saya tidak pernah lobi. Saya juga tidak pernah suruh rakyat demo. Saya menyampaikan data riil kondisi di Kaltim,” tegas Isran di hadapan 55 anggota DPRD Kaltim yang baru diangkat sumpah dan janji di kantor DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Senin (2/9/2019).

Isran memuji Presiden Joko Widodo memilih Kaltim sebagai lokasi ibu kota negara. Bagi dia, keputusan itu adalah keputusan kenegarawanan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Pastikan Izin Tambang dan Perkebunan di Lokasi Ibu Kota Negara Tak Diperpanjang

Isran juga menegaskan tak pernah menjelek-jelekkan wilayah lain hanya karena ambisi ditunjuk sebagai ibu kota negara.

"Karena di mana pun ibu kota negara di Pulau Kalimantan, kita semua mendukung. Kita semua pasti merasakan pembangunan," kata Isran.

Menurut Isran, terpilih Kaltim sebagai ibu kota negara berdasarkan hasil kajian yang matang. Pemerintah pusat telah merencanakan pemindahan itu sejak beberapa tahun belakangan.

"Jadi tidak ujuk-ujuk," tuturnya.

Untuk itu, pemindahan ibu kota negara ke Kaltim harus didukung masyarakat luas, termasuk para legislator yang terpilih periode 2019-2024.

Dengan begitu, pembangunan bisa dikawal bersama pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan ibu kota negara.

Lebih jauh, dirinya menyebut dipilihnya Kaltim sebagai ibu kota negara, bukan hanya kepentingan hanya masyarakat Kaltim, tetapi juga kepentingan bangsa dan negara.

Sebelumnya, Kaltim terpilih sebagai ibu kota negara berdasarkan pengumuman yang disampaikan Jokowi pada Senin (26/8/2019) di Istana negara.

Baca juga: Ibu Kota di Kaltim, Gubernur Kalsel Sebut Indonesia Akan Nikmati Pemerataan Pembangunan

Jokowi menyebut ibu kota negara dipindah ke sebagian wilayah di Kabupaten Kutai (Kukar) Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU).

Dari kabupaten ini, Kecamatan Samboja di Kukar dan Sepaku di PPU digadang-gadang sebagai lokasi ibu kota. Dua kecamatan ini merupakan pertemuan batas wilayah dari antara Kukar dan PPU.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X