Di Ambon, Mahasiswa Papua Diajak Makan Malam dan Bernyanyi di Kediaman Wali Kota

Kompas.com - 03/09/2019, 13:50 WIB
Mahasiswa Papua bernyanyi bersama dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di kediaman Wali Kota Ambon di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Minggu malam (1/9/2019) Foto Humas Polres Pulau Ambon KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMahasiswa Papua bernyanyi bersama dengan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di kediaman Wali Kota Ambon di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Minggu malam (1/9/2019) Foto Humas Polres Pulau Ambon

AMBON, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Kota Ambon, diundang makan malam dan bernyanyi bersama di rumah dinas Wali Kota Ambon di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana keakraban dan penuh kekeluargaan itu turut dihadiri para pejabat pemerintah Kota Ambon, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso, Dandim 1504 Pulau Ambon, Wakil Rektor III Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dan Wakil Rektor III Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

“Ini undangan dari Pak Wali Kota Ambon. Jadi, kegiatan ini untuk merangkul mahasiswa Papua yang ada di Kota Ambon,” kata Kasubbag Protokol Pemerintah Kota Ambon, Aulia kepada Kompas.com, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Asrama Mahasiswa di Ambon Hangus Terbakar

Aulia mengatakan, kegiatan makan malam dan bernyanyi bersama mahasiswa Papua itu sengaja dilakukan Pemerintah Kota Ambon agar mahasiswa Papua yang ada di Ambon, tidak terpengaruh dengan kondisi terkini yang ada di daerah asalnya.

“Lagu-lagu dari daerah Papua ikut dinyanyikan. Jadi, kami merangkul mereka agar jangan mereka terpengaruh dengan informasi-informasi dari luar,” ujar dia.

Cara yang dilakukan itu, kata Aula, juga untuk mewujudkan Kota Ambon agar tetap aman dan kondusif, dan kondisi yang terjadi di Papua tidak sampai berimbas di Kota Ambon.

"Agar Kota Ambon ini tetap kondusif, jadi kami harus merangkul semua yang ada di sini,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hady Santoso mengatakan, pihaknya menjamin penuh keamanan dan keselamatan seluruh warga dan mahasiswa Papua yang ada di Kota Ambon.

Baca juga: Polda Papua Ungkap Data Kerusakan Kerusuhan Kota Jayapura

“Kami menjamin keselamatan seluruh warga dan mahasiswa Papua yang ada di Kota Ambon,” kata Hady.

Menurut dia, anggotanya selama ini juga intens membangun komunikasi dan koordinasi dengan mahasiswa Papua yang ada di Ambon.

“Terkait ada anggota yang datang ke asrama, hanya untuk membangun komunikasi bersama mahasiswa Papua dan menjamin keamanan dalam kegiatan perkuliahan serta aktivitas sehari-hari,” kata dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Maju Pilkada Samarinda, Wasekjen DPP PAN Ingin Stop Izin Tambang Batu Bara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X