Waspada Siklon Tropis Podul, Hujan Lebat, Angin Kencang, Petir, dan Gelombang Tinggi

Kompas.com - 31/08/2019, 07:50 WIB
Ilustrasi cuaca. bmkg.go.idIlustrasi cuaca.

BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau ( Kepri), memperingatkan warga Kepri untuk berhati-hati selama tiga hari ke depan.

Pasalnya, cuaca di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat.

Selain berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat, diperkirakan ada petir dan angin kencang.

Prakirawaan BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam Fitri Annisa mengatakan peringatan dini cuaca wilayah Kepri dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terungkap adanya penumpukan massa udara di wilayah Kepri akibat terdapatnya daerah pumpunan angin (konvergensi). Sehingga, cukup mendukung untuk pertumbuhan awan-awan.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis di Timur Filipina Picu Hujan Lebat di Indonesia

Hal ini juga disebabkan adanya siklon tropis podul yang juga berdampak kepada Kepri sehingga menyebabkan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

"Secara umum kondisi cuaca tiga hari ke depan diperkirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Untuk itu kami minta agar masyarakat Kepri untuk selalu waspada dan berhati-hati," kata Fitri melalui telepon, Sabtu (31/8/2019).

Fitri mengatakan, selain hujan lebat disertai angin kencang dan petir, gelombang tinggi juga manghantui perairan Kepri.

Bahkan, untuk tinggi gelombang, berdasarkan pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) secara keseluruhan terbilang ekstrem.

Baca juga: Awas! Siklon Tropis Lili Picu Gelombang Tinggi di Perairan Laut Timor

Seperti perairan Natuna dan Anambas mencapai 2,5 meter, bahkan berpotensi lebih dari itu di Laut China Selatan.

Tidak saja di Natuna dan Anambas, di Laut Kabupaten Lingga dan Kabputen Bintan, tinggi gelombang sewaktu-waktu juga bisa saja terjadi hingga 1,5 meteran.

"Kami berharap warga Kepri selalu waspada terhadap cuaca ekstrem ini," jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan, apabila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Kemudian, kapal tongkang, apabila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter, kapal feri apabila kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter.

Selanjutnya, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar apabila kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

2.070 Pasien Covid-19 Sembuh di RS Lapangan Surabaya, Khofifah: Syukurlah, Nol Kematian

Regional
Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Menkominfo Sebut 12.548 Desa dan Kelurahan di Indonesia Belum Dapatkan Layanan 4G

Regional
Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Gubernur Gorontalo Minta Pjs Bupati Sukseskan Pilkada Bebas Covid-19

Regional
Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Klaster Setda Kudus, 6 PNS Terjangkit Virus Corona dan 1 Meninggal Dunia

Regional
Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Khofifah Tunjuk 6 Penjabat Sementara Gantikan Kepala Daerah yang Cuti Kampanye

Regional
Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Tertangkap Hendak Curi Sapi, 2 Warga Muara Enim Tewas Dihakimi Massa

Regional
Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Ganjar Lantik 6 Penjabat Sementara untuk Gantikan Walkot dan Bupati yang Maju Pilkada

Regional
Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron 'Cinta Fitri'

Maju di Pilkada Cilegon, Ini Jumlah Harta Kekayaan Pesinetron "Cinta Fitri"

Regional
Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Stres karena Pisah dengan Istri, Pria Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Ingin Hapus Stigma RS Jadi Tempat Penularan Covid-19, Begini Cara Bupati Madiun...

Regional
Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Coreng Citra Sendiri

Regional
Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov NTT Batalkan Larangan Warga Gelar Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Harta Kekayaan Calon Petahana yang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Semarang

Regional
Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Sumsel Ajukan 5 PJS Bupati ke Mendagri

Regional
Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Soal Nama Calon Wakil Bupati Tak Ada di Surat Penetapan, Ini Penjelasan KPU

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X