Mengaku Petugas Dishub dan Pungli Sopir Truk, Petani Ini Ditangkap

Kompas.com - 29/08/2019, 11:40 WIB
Kasatreskrim Polres Pekalongan Jawa Tengah AKP Hary Heriyanto saat menginterogasi petugas Dishub gadungan. KOMPAS.com/ARI HIMAWAN SARONOKasatreskrim Polres Pekalongan Jawa Tengah AKP Hary Heriyanto saat menginterogasi petugas Dishub gadungan.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Pekalongan menangkap Iswadi (43) yang mengaku sebagai anggota Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.

Pria warga Desa Bukur, Bojong, Kabupaten Pekalongan tersebut bermodus meminta sejumlah uang kepada para sopir truk  yang melintas di jalan raya.

Di depan polisi, Iswadi mengaku melakukan aksinya sejak Maret 2019 menggunakan sepeda motor tanpa surat-surat. Ia biasa melakukan operasi surat uji KIR kepada sopir truk yang melintas di jalan.

"Saya ingin jadi PNS tapi tidak kesampaian akhirnya iseng. Biasanya kalau menemukan pelanggaran saya minta uang Rp 30 ribu sampai Rp 200 ribu kepada para sopir," kata Iswadi di depan polisi, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Staf Dinas Perikanan Batam Jadi Tersangka Pungli BBM Bersubsidi

Untuk membuat para sopir yakin tersangka adalah petugas dishub ia memakai seragam, helm, sepatu hingga ID card.

Iswadi mengaku membeli barang-barang tersebut di Kota Pekalongan hanya untuk gaya-gayaan saja.

Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Hari Heriyanto menjelaskan, penangkapan Iswadi sendiri atas dasar informasi dari para sopir yang memberitahukan kepada salah satu pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan atas adanya pungli.

Dari informasi itulah kemudian pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan melakukan pengecekan data kepegawaian.

Baca juga: Kasus Dugaan Pungli Kompol Tuti, Hakim Tipikor Periksa Rutan Polda NTB

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, tidak ditemukan data kepegawaian Dinas Perhubungan, baik di kabupaten maupun di Provinsi Jawa Tengah atas nama tersangka.

"Setelah kita cek anggota Sat Reskrim Polres Pekalongan melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu berada di teras rumah warga lengkap memakai seragam Dishub," ujar Hary.

Aparat kepolisian sendiri menyita barang bukti berupa seragam Dinas Perhubungan Provinsi, id card, sepeda motor, dan helm Dishub.

“Apabila terbukti melakukan aksi yang dituduhkan, tersangka dapat dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP yang ancaman hukumannya 6 tahun hukuman penjara,” kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X