Awas! Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter Melanda Perairan Natuna

Kompas.com - 29/08/2019, 06:23 WIB
Gelombang tinggi menghantam pantai di Miyazaki, Jepang barat daya, setelah Badai Krosa mendekati wilayah daratan negara itu, pada Selasa (13/8/2019). REUTERS / KYODOGelombang tinggi menghantam pantai di Miyazaki, Jepang barat daya, setelah Badai Krosa mendekati wilayah daratan negara itu, pada Selasa (13/8/2019).

BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kepri.

Bahkan, saat ini, BMKG juga mengeluarkan imbauan peringatan dini gelombang tinggi hingga 2,5 meter.

Prakirawan Statiun Klimatologi BMKG Hang Nadim, Addini mengatakan, pada Kamis (29/8/2019) ini masyarakat Kepri diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang terjadi di perairan Kabupaten Natuna.


Baca juga: Cerita Warga Pesisir Pulau Ambon, Setiap Hari Mengungsi Karena Dihantui Gelombang Tinggi

Selain itu, gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan Kabupatan Kepulauan Anambas, Bintan, Tambelan dan Lingga.

Serta arus laut yang cukup kuat di wilayah perairan Anambas, Natuna, Tambelan, serta Kabupaten Bintan.

"Untuk menimaliair hal-hal yang tidak diinginkan, BMKG Hang Nadim mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi," kata Addini, melalui pesan singkat, Kamis.

Di perairan Kabupaten Natuna, tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, bahkan bisa lebih di utara perairan Natuna, sementara untuk Anambas tinggi gelombang mencapai 2 meteran.

Untuk perairan Tanjungpinang dan Bintan, tinggi gelombang juga mencapai 2 meteran, terkecuali di Lingga, tinggi gelombang hanya mencapai 1,5 meter.

Baca juga: Ini Penyebab Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah Indonesia

"Sementara Batam dan Karimun, tinggi gelombang masih dalam keadaan aman, yakni 0,8 meter," ujar dia.

Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim terungkap pola angin di Kepri rata-rata dari arah selatan dengan kecepatan angin rata-rata 5-30 km per jam.

Sementara arus laut permukaan, rata-rata menuju barat laut, terkecuali Natuna arah menuju VRB dengan kecepatan 5-60 cm per detik.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Terungkap, 3 Polisi Lepasakan Tembakan Saat Demo Mahasiswa Kendari

Regional
Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X