Keberadaan Kapal Kargo MV Nur Allya dan 25 ABK-nya Masih Misterius, Ada Dugaan Dibajak

Kompas.com - 28/08/2019, 15:36 WIB
Pilot Pesawat Casena C 208 B PK-BVK bersama dua petugas Basarnas bersiap menaiki pesawat untuk operasi pencarian kapal Kargo MV Nur Allya di perairan Pulau Buru, Senin (26/8/2019). Dok Foto Kepala SAR Ambon, MusliminPilot Pesawat Casena C 208 B PK-BVK bersama dua petugas Basarnas bersiap menaiki pesawat untuk operasi pencarian kapal Kargo MV Nur Allya di perairan Pulau Buru, Senin (26/8/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Pencarian terhadap kapal kargo MV Nur Allya yang dilaporkan hilang di perairan Maluku Utara hingga kini masih terus dilakukan.

Tim SAR gabungan hingga Rabu (28/8/2019) terus terus menyisir perairan laut Obi, Maluku Utara  untuk mencari kapal yang sedang mengangkut nikel dan juga 25 orang ABK kapal tersebut.

Selain di perairan Maluku Utara, pencarian juga masih dilakukan oleh tim SAR di peraiaran Pulau Buru, Maluku.

Kepala Basarnas Maluku Utara, Muhamad Arafa mengatakan meski telah menyisir perairan Pulau Obi,  Maluku Utara namun hingga kini tim SAR belum juga mendeteksi di mana keberadaan kapal tersebut berada.

Baca juga: Misteri Hilangnya Kapal Kargo MV Nur Allya Selama Sepekan: Semua Sistem Komunikasi Mati, Nasib 25 ABK Tak Diketahui

“Sampai saat ini masih nihil. Tim dari Basarnas juga menggunakan alat pendeteksi canggih tapi kita tidak bisa mendeteksi dimana kapal itu, jadi kontak dengan kapal masih putus total,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu.

Sehari sebelumnya, pencarian kapal dengan ukuran sangat besar itu juga dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang Jenis Casena milik perusahan penerbangan Susi Air melalui pemantauan udara, namun upaya tersebut tidak juga membuahkan hasil.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Arafa, sampai saat ini pihaknya belum dapat memastikan apa penyebab hingga kapal tersebut hilang kontak dan akhirnya hilang.

Sebab sampai saat ini seluruh sistem komunikasi di kapal tersebut baik GPS Tracing, radio komunikasi dan juga telepon satelit tidak lagi berfungsi.

Baca juga: Fakta Baru Pembantaian KM Mina Sejati, Diduga Dendam hingga Sempat Beri Bekal

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X