Dimutasi, Sekuriti Masjid Raya Sumbar yang Melarang Difabel Beribadah

Kompas.com - 23/08/2019, 12:42 WIB
Abraham Ismet, salah seorang disabilitas yang dilarang beribadah di Masjid Raya Sumbar Dok: PribadiAbraham Ismet, salah seorang disabilitas yang dilarang beribadah di Masjid Raya Sumbar

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat telah memberikan sanksi kepada oknum petugas keamanan yang melarang penyandang disabilitas atau difabel melaksanakan ibadah di Masjid Raya Sumbar.

"Kita sudah panggil rekanan penyedia tenaga petugas keamanan yang melalukan insiden pelarangan itu. Kita langsung berikan sanksi dan teguran," kata pelaksana harian Kepala Biro Bina Mental Pemprov Sumbar, Jumadi yang dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Jumadi menyebutkan, oknum sekuriti itu sudah dimutasi ke tempat lain.

"Oknumnya juga tidak ada lagi di Masjid Raya Sumbar. Sudah dimutasi ke tempat lain," jelasnya.

Baca juga: Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagub

Jumadi mengatakan, pihaknya sebagai pengelola Masjid Raya Sumbar juga telah memberi peringatan kepada rekanan penyedia tenaga keamanan itu.

Jika insiden pelarangan masih saja terjadi, pihaknya akan memberikan sanksi tegas seperti pemutusan kontrak dan lainnya.

Jumadi menjelaskan, pelarangan penyandang disabilitas melaksanakan ibadah di Masjid Raya sudah dua kali terjadi.

Pertama pada Januari 2019 yang dialami Abraham Ismet. Peristiwa terulang pada Juli 2019 yang dialami Antoni Tsaputra.

Baca juga: Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar, LBH Desak Pemprov Siapkan Fasilitas

Akhirnya, dua penyandang disabilitas itu mendatangi kantor Gubernur Sumbar dengan ditemani perwakilan LBH Padang, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), dan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) pada Senin (19/8/2019) lalu.

"Kita tidak ingin insiden pelarangan ini kembali terjadi. Masjid Raya juga diperuntukkan bagi disabilitas," tegasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X