Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagub

Kompas.com - 22/08/2019, 05:38 WIB
Dua disabilitas datangi kantor gubernur Sumbar karena dilarang masuk ke Masjid Raya Sumbar, Senin (19/8/2019) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRADua disabilitas datangi kantor gubernur Sumbar karena dilarang masuk ke Masjid Raya Sumbar, Senin (19/8/2019)

KOMPAS.com - Dua penyandang disabilitas Abraham Ismet dan Antoni Tsaputra yang dilarang beribadah di Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) karena menggunakan kursi roda mendatangi Kantor Gubernur Sumbar, Senin (19/8/2019).

Kedatangan dua disabilitas itu ditemani perwakilan LBH Padang, Komunitas PAT, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), dan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

Kedatangan mereka ke kantor Gubernur Sumbar disambut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di ruangan kerjanya.

Sealin itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Sumbar, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar agar menyediakan fasilitas kepada disabilitas untuk beribadah di Masjid Raya Sumbar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Arkadius Dt Intan Bano menyesalkan tindakan oknum pengamanan dan pengelola Masjid Raya Sumbar yang melarang disabilitas untuk beribadah di masjid termegah di Sumbar itu.

Berikut cerita di balik dua disabilitas yang dilarang beribadah di Masjid Raya Sumbar:

1. Ditolak pengurus masjid

Abraham Ismet, salah seorang disabilitas yang dilarang beribadah di Masjid Raya SumbarDok: Pribadi Abraham Ismet, salah seorang disabilitas yang dilarang beribadah di Masjid Raya Sumbar

Abraham menyebutkan, dirinya mengalami penolakan oleh pengurus Masjid Raya Sumbar saat akan menjalankan ibadah pada tanggal 19 Januari 2019 lalu.

"Saat itu, saya dilarang masuk ke dalam masjid karena dianggap kursi roda saya tidak suci," katanya.

Sementara, kejadian yang sama juga dialami Antoni pada 18 Juli 2019.

Saat itu, pengurus Masjid Raya Sumbar kembali melarang karena alasan yang sama dengan Abraham Ismed, yakni bahwa kursi roda yang digunakan tidak suci, kendati mereka telah membersihkan bagian roda pada kursi roda yang digunakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X