Kompas.com - 22/08/2019, 16:19 WIB
Petugas polisi mengantar seorang ibu menjauh dari pusat kerusuhan di Mimika, Papua Barat. dok BBC IndonesiaPetugas polisi mengantar seorang ibu menjauh dari pusat kerusuhan di Mimika, Papua Barat.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa di Papua terus berlanjut dengan tuntutan agar Presiden Joko Widodo datang langsung ke Papua dan meminta maaf atas dugaan ujaran dan tindakan rasis terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu.

Presiden Jokowi juga dituntut oleh kelompok-kelompok pengunjuk rasa untuk secara langsung mengklarifikasi insiden itu, meskipun para pejabat Jawa Timur telah meminta maaf.

Tuntutan lainnya, pengunjuk rasa juga meminta pengusutan terhadap oknum aparat TNI yang diduga melontarkan ujaran rasis di asrama mahasiswa Papua, Surabaya, Jumat (16/08).

Staf khusus presiden untuk Papua, Lenis Kogoya mengaku bakal menyampaikan tuntutan-tuntutan ini kepada Presiden Jokowi.

"Masalah hukum, kewenangan untuk Polri, penegakan hukum. Tuntutan mereka nanti kita laporkan dulu kepada Presiden Jokowi," kata Lenis melalui sambungan telepon, Rabu (21/08).

Selain itu, Lenis juga mengatakan, Presiden Jokowi kebetulan punya rencana ke Papua dalam rangka peresmian Jembatan Holtekamp di Jayapura.

Mengenai kapan kunjungan itu akan dilakukan, Lenis menyatakan akan mengkordinasikan lebih lanjut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

TNI beri sanksi jika terbukti

Pembakaran pasar Thumburuni di Fakfak, Papua Barat, sesudah unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan yang meluas. dok BBC Indonesia Pembakaran pasar Thumburuni di Fakfak, Papua Barat, sesudah unjuk rasa berubah menjadi kerusuhan yang meluas.
Mengenai tuntutan ini, juru bicara Kepolisian Indonesia, Dedi Prasetyo menyatakan polisi tak bisa memenuhinya karena pihaknya hanya menangani perkara sipil.

"Kalau polisi menangani yang sipil. Kalau bukan sipil jangan polisi yang menangani," katanya.

Dalam tuntutannya, pengunjuk rasa meminta agar aparat TNI yang diduga melontarkan kata-kata rasis di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jumat (16/08) untuk diproses secara hukum. Insiden ini terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Sebelumnya, Pangdam V Brawijaya, Wisnoe Prasetija Boedi mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelidiki video itu.

Tindakan polisi tangani pendemo Papua diibaratkan 'menghalau asap, bukan api'
Meskipun kadang bergolak, Papua dan Papua Barat 'memiliki kebebasan sipil tertinggi'

Ia menyatakan akan mengungkap apakah yang berujar rasis adalah anggotanya, atau masyarakat sipil yang sengaja menggunakan pakaian militer.

"Nanti akan saya sampaikan (hasilnya)," kata Wisnoe berjanji.

Selain itu, Wisnoe juga berjanji bakal memberi sanksi anggotanya jika terbukti melanggar aturan dalam menangani unjuk rasa.

"Ya, kami berikan sanksi kalau memang tidak sesuai dengan prosedur," katanya kepada media, Selasa (20/08).

Keributan di asrama mahasiswa Papua, Surabaya, ini dilatarbelakangi apa yang disebut para pejabat di Jawa Timur sebagai insiden "penurunan bendera Merah Putih" di lokasi itu.

Kerusuhan berlanjut

Demonstrasi mahasiswa Papua di Yogyakarta, 20 Agustus 2019, bagian dari rangkaian aksi unjuk rasa menolak apa yang disebut rasisme yang kemudian meningkat intensitasnya menjadi kerusuhan di Papua Barat. dok BBC Indonesia Demonstrasi mahasiswa Papua di Yogyakarta, 20 Agustus 2019, bagian dari rangkaian aksi unjuk rasa menolak apa yang disebut rasisme yang kemudian meningkat intensitasnya menjadi kerusuhan di Papua Barat.
Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Papua berlanjut hingga Rabu (21/08). Kericuhan terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat yang diwarnai pembakaran Pasar Sentral Thumburuni dan kantor Dewan Adat setempat.

Sementara dari Timika, Kabupaten Mimika, pengunjuk rasa sempat melemparkan batu ke gedung DPRD.

Di lokasi lainnya, aksi solidaritas warga Papua juga terjadi di Sorong, Papua Barat.

Sejak pagi waktu setempat, para pengunjuk rasa menduduki kantor wali kota untuk menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pemerintah setempat untuk dibawa ke Presiden Joko Widodo.

Salah satu pengunjuk rasa di Sorong, Alfo Reba mengatakan akan memberi waktu satu minggu bagi pemerintah untuk menindaklanjuti tuntutan para demonstran.

"Tuntutan dan aspirasi kami akan tetap dikawal, kami akan terus pressure, sampai aspirasi kami dijawab," kata mahasiswi STIKES Sorong ini.

Memaafkan

Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat Papua memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung. dok BBC Indonesia Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat Papua memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung.
Sejak awal pekan ini, aksi unjuk rasa yang diwarnai kericuhan terjadi di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat. Aksi ini membuat aktivitas perkantoran, sekolah, hingga pertokoan tutup sementara.

Aksi unjuk rasa ini menyusul dugaan ujaran rasial disertai penangkapan puluhan mahasiswa Papua di Surabaya yang dilatarbelakangi dugaan pengrusakan bendera Merah Putih.

Aksi ini kemudian berlanjut ke Malang, Jawa Timur di mana saat itu puluhan mahasiwa Papua terlibat bentrok dengan sekelompok warga.

Atas insiden ini para pejabat di Jawa Timur dan Presiden Jokowi telah menyampaikan permohonan maaf melalui media massa.

"Memaafkan itu lebih baik, sabar itu juga lebih baik. Yakinlah pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan 'pace-mace', mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," kata Presiden Jokowi, Senin (19/8/2019).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.