Kasus TKI Alis Juariah, Bupati Cianjur Diminta Turun Tangan

Kompas.com - 22/08/2019, 09:20 WIB
Selpi Lusniawati (27), memerlihatkan foto ibunya, Alis Juariah (46), TKI asal Cianjur, Jawa Barat yang hilang kontak selama belasan tahun di negara penempatan, Arab Saudi. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSelpi Lusniawati (27), memerlihatkan foto ibunya, Alis Juariah (46), TKI asal Cianjur, Jawa Barat yang hilang kontak selama belasan tahun di negara penempatan, Arab Saudi.

CIANJUR, KOMPAS.com – Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan terus berupaya membantu memulangkan Alis Juariah (46).

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Muhara, RT 001/010, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu tak bisa pulang dari negara penempatannya, Arab Saudi. 

Alis bahkan sempat hilang kontak belasan tahun dengan keluarganya sejak berangkat meninggalkan kampung halamannya pada 1998.

Selama 21 tahun itu, ibu satu anak itu sempat mengirimkan surat tiga kali yang isinya minta dipulangkan karena mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari majikan.

Baca juga: Pemerintah Diminta Bantu Alis Juariah, TKI yang 21 Tahun Tak Bisa Pulang dari Arab Saudi

Ketua DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Najib Ali Hildan mengatakan telah menyurati para pihak dan instansi terkait termasuk pemerintah daerah untuk bersama-sama membantu memulangkannya.

“Ini TKI warga Cianjur, jadi sudah menjadi kewajiban bersama terutama pemerintah daerah (membantu memulangkannya). Saya sudah bersurat ke Disnaker termasuk ke plt Bupati Cianjur,” kata Najib kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sejatinya, kata Najib, pemerintah daerah gerak cepat dalam menyikapi kasus ini, dan berharap plt Bupati Cianjur Herman Suherman turun tangan langsung.

“Kalau Pak plt bupati turun langsung dengan memberikan surat rekomendasi ke (pemerintah) pusat, daya dorongnya tentu akan lebih kuat ketimbang kami yang hanya asosiasi ini,” ujarnya.

Astakira tidak ingin bahwa karena kasus TKI bermasalah ini telah ditangani lembaganya sehingga pihak lain terkesan lepas tangan.

“Kapasitas kami ini hanya mengadvokasi, pemerintahan lah yang bisa memulangkannya. Karena itu kami minta bantuan, ke siapa lagi kalau bukan ke pemerintah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Selpi Lusniawati (27) telah menulis selembar surat di atas kertas putih yang ditujukan untuk Presiden Jokowi. 

Baca juga: Ratapan Anak TKI: Pak Jokowi, Tolong Pulangkan Ibu Saya, Kasihan Sering Disiksa...

Isinya, memohon orang nomor satu di republik ini bisa membantu memulangkan ibunya, Alis Juariah (46) yang hilang kontak sejak 1998. 

Keputusannya menyurati Presiden karena usahanya selama ini ke instansi dan para pihak terkait tidak membuahkan hasil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Antisipasi Banjir Susulan, BPBD Kabupaten Bogor Bangun Tenda Darurat

Regional
Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Ruang Isolasi Penuh, RSUD Kota Madiun Sementara Tidak Terima Pasien Covid-19

Regional
Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Pengungsi Longsor Sumedang Butuh Makanan Siap Saji hingga Selimut

Regional
Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Regional
Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Diguyur Hujan Semalaman, Puluhan Rumah di Batang Terendam Banjir

Regional
UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Regional
Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Bahaya Banjir Susulan di Puncak Bogor, Warga Dilarang Kembali ke Rumah

Regional
Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Ponorogo Zona Merah Covid-19, Angka Kematian di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Semua Kecamatan di Kabupaten Bogor Zona Merah

Regional
Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Sebelum Dipulangkan, Pengungsi Konflik KKB Vs Aparat Keamanan Jalani Tes Kesehatan

Regional
Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Pengakuan Kristen Gray: Visa Tidak Overstay dan Tidak Bekerja Mencari Uang di Indonesia

Regional
Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Kristen Gray Dideportasi, Imigrasi Beberkan Twit yang Dianggap Meresahkan

Regional
Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah, Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Genangan Air Sebabkan Kemacetan Panjang di Kaligawe Semarang

Regional
Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Video Viral 100 Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS, ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X