Kompas.com - 21/08/2019, 11:06 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com – Bagi pecinta BTS, Exo, Blackpink, drama korea, hingga berbagai hal berbau Korea, tak ada salahnya berkunjung ke Kampung Korea Bandung.

Letaknya berada di tengah Kota Bandung, Jawa Barat. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, untuk sementara bisa mengaksesnya lewat Jalan Banten.

Sedangkan, bagi pengunjung yang berjalan kaki, aksesnya bisa lebih leluasa. Selain Jalan Banten, bisa masuk melalui Jalan Ibrahim Adjie.

Begitu masuk ke Kampung Korea, pengunjung akan disuguhkan beberapa bangunan khas Korea.

Mulai dari arsitektur rumah tradisional Korea, hingga berbagai ornamen yang memperkuat kesan negara yang mempopulerkan aliran musik K-Pop tersebut.

Misalnya, lampu, sakura, lukisan dinding, hingga hangeul atau tulisan Korea yang tersebar di beberapa tempat memperlihatkan kesan Korea.

Tak hanya di bangunan tradisional, di area food court, kesan Korea cukup terasa. Mulai dari arsitektur, interior, hingga makanan yang dijual.

Ada ramyeon, kimchi, kimbap, bibimbap, hingga jajanan Korea seperti tteokbokki dan odeng.

Bagi yang tidak cocok dengan makanan Korea, disediakan pula makanan nusantara serta kedai kopi Joh Eun Keopi yang menawarkan beragam kopi unggulan Jabar dengan harga ramah di kantong.

Selain itu, pengunjung bisa mendapatkan produk-produk asli Korea. Terutama bagi penggembar BTS, Exo, Blackpink, dan lainnya, akan mendapatkan merchandise atau pernak-pernik grup kesayangan yang langsung didatangkan dari Korea.

Baca juga: Kembangkan Desa Digital, Ridwan Kamil Kolaborasi dengan Tokopedia

Instagramable

Meski belum sempurna, bangunan serta berbagai ornamen dibuat semenarik mungkin. Hal ini membuat Kampung Korea begitu instagramable.

“Kami juga menyediakan hanbok (pakaian tradisional Korea) Rp 100.000 per jam,” ujar PIC Kampung Korea Bandung Hera Koswara kepada Kompas.com, Rabu (21/8/2019).

Selain mendapatkan hanbok, penyewa akan mendapatkan jasa touch up atau tata rias. Setelah terlihat cantik dengan hanbok, pengunjung bisa berkeliling Kampung Korea dan berfoto seolah berada di Seoul, Korea Selatan.

“Saya suka banget sama Korea Selatan, tapi belum pernah ke sana. Sewa hanbok dan foto di sini saja dulu. Lumayan, mirip sama Korea yang saya lihat di drakor (drama Korea),” ujar Elisa, warga Bandung.

Namun, bagi yang ingin mendapatkan foto dengan suasana berbeda, foto studio bisa menjadi pilihan.

Kota Bandung memiliki tempat wisata baru bernama Kampung Korea Bandung.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Kota Bandung memiliki tempat wisata baru bernama Kampung Korea Bandung.
Ada dua area

Hera Koswara mengatakan, tempat wisata baru di Bandung ini dibagi menjadi dua area.

Area pertama merepresentasikan perkampungan di Seoul, Korea Selatan. Area kedua menggambarkan street Seoul yang lebih urban, modern, dan industrial.

Hera menjelaskan, pihaknya menggunakan rancang bangun hanok. Hanok merupakan sebutan untuk rumah tradisional Korea, untuk membedakan dengan rumah bergaya Barat.

Rumah tradisional Korea menonjolkan bahan-bahan alami seperti kayu, batu, genting, dan lainnya. Hal itulah yang dituangkan di Kampung Korea.

Kampung Korea, sambung Hera, merupakan gagasan Ridwan Kamil saat menjabat Wali Kota Bandung.

Saat itu, dalam program sister city, Ridwan Kamil meresmikan Little Bandung di Seoul. Kemudian, Ridwan Kamil berinisitif untuk membangun Little Seoul di Bandung yang diberi nama Kampung Korea.

Dalam pengoperasiannya, pihaknya akan dibantu Komunitas Hansamo sebagai pusat kebudayaan. Hansamo didukung langsung oleh Konsulat Korea Selatan, termasuk untuk brosur dan lainnya.

“Nantinya penjelasan soal budaya, berbagai informasi tentang Korea, les bahasa Korea, hingga berbagai event dibantu Hansamo,” ungkapnya.

Bagi yang penasaran dengan Kampung Korea Bandung bisa langsung datang dan gratis masuk. Saat ini pengelola masih melakukan berbagai perbaikan mulai dari audio hingga landscape menjelang soft opening yang masih dirahasiakan.

“Tak perlu uang yang besar. Punya uang Rp 50.000 saja sudah bisa mendapat makanan dan minuman enak hingga jalan-jalan berasa di Korea Selatan,” tutur Hera.

Paling enak datang ke Kampung Korea pada sore hari. Itu mengapa di jam tersebut jumlah kunjungan membludak.

Hingga kini, jumlah pengunjung di hari kerja sekitar 1.000 orang dan 4.000 pengunjung pada akhir pekan.

Jumlah pengunjung diperkirakan semakin tinggi setelah Taman Asia Afrika yang berada satu kawasan dibuka.

“Pengunjung juga dari sekarang sudah bisa melihat air mancur menari di taman itu. Jadwalnya pukul 18.30, 19.30, dan 20.30 WIB. Tapi kalau weekend pertunjukan air mancur menari ditambah sekali pukul 21.30 WIB,” kata Hera.

Baca juga: Rangganis Diresmikan Ridwan Kamil, Apa Manfaatnya bagi Pasien?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.