Polisi Tetapkan 2 Tersangka Oknum LSM Pemeras Pejabat Pemkab Gresik

Kompas.com - 14/08/2019, 06:54 WIB
Polisi memamerkan barang bukti tindak pemerasan pejabat Pemkab Gresik yang dilakukan oleh kedua tersangka oknum LSM, Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/HAMZAH ARFAHPolisi memamerkan barang bukti tindak pemerasan pejabat Pemkab Gresik yang dilakukan oleh kedua tersangka oknum LSM, Selasa (13/8/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Pihak kepolisian akhirnya menetapkan dua oknum dari Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Lembaga Investigasi Pemantau Aset Negara (LIPAN), terkait dugaan pemerasan yang dilakukan terhadap kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Sukardi. 

Mereka adalah Micel Panjaitan (58) yang merupakan pimpinan LSM LIPAN dan Johnson Pargaulan (50) anggota LSM LIPAN, keduanya merupakan warga Sidoarjo, Jawa Timur.

Dengan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, mereka sudah lebih dulu diamankan untuk dimintai keterangan terkait tindakan yang dilakukan.

"Mereka berdua kami amankan atas laporan tindak pemerasan oleh kepala Bagian Umum Sekda Pemkab Gresik, Bapak Sukardi, kemarin (12/8/2019)," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, dalam rilis di halaman Mapolres Gresik, Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Pemerasan Pejabat Pemkab Gresik oleh Oknum LSM

Polisi menetapkan kedua oknum LSM tersebut sebagai tersangka, setelah mendapatkan cukup bukti juga melakukan serangkaian pemeriksaan maupun keterangan saksi-saksi, dengan laporan polisi nomor LP/339/VIII/2019/Polres Gresik, tertanggal 12 Agustus 2019.

"Mereka awalnya hendak melakukan konfirmasi terkait pengadaan belanja pemeliharaan rumah dinas Bupati Gresik yang dipecah-pecah, sehingga menghindari lelang," tutur Wahyu.

Namun oleh Bagian Umum Pemkab Gresik, kata Wahyu, mereka mendapat penjelasan apabila pengadaan sudah dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

"Mereka kemudian mengajak koordinasi dengan Bagian Umum Pemkab, dengan dalam pembicaraan mereka meminta uang sejumlah Rp 50 juta. Namun hanya disanggupi Rp 5 juta. Kemudian kami dan pihak Kejaksaan dihubungi, untuk selanjutnya dilakukan pengamanan," jelasnya.

Baca juga: 4 Fakta Kasus Pemerasan Video Call Mahasiswi, Pelaku Residivis hingga Dijanjikan Rp 3 Juta untuk Telanjang Dada

Dari kedua oknum tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari identitas diri, surat permohonan dan jawaban terkait klarifikasi, berita acara, uang tunai sejumlah Rp 5 juta, serta empat handphone milik kedua tersangka yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Dalam hal ini kami sangkakan Pasal 368 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang pemerasan dan penipuan, dengan ancaman hukuman sembilan dan empat tahun penjara," tutup Kapolres Gresik.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X